Jumat, 18 Juli 2008

BENGKULU SELATAN KRISIS BBM DAN LISTRIK

Dari bulan ke bulan dari tahun ke tahun 2 masalah ini belum bisa teratasi dengan optimal oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu selatan yang sangat vital yaitu bahan bakar bensin menembus harga eceran mencapai Rp 20.000,- . ini sebagai pemikiran bersama ,bagaimana solusi terbaik yang harus kita tempuh , kalau saran saya
biarkan pedagang eceran tetap berjualan tetapi Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan mengambil
sikap yang tegas meberikan Harga Eceran Tertinggi Rp 7000,- di dalam Kota dan Rp 7500,- untuk luar kota
serta peran masyarakat Bengkulu Selatan yang di rantau mohon solusi demi kepentingan bersama serta tanggapannya di blog ini, sedangkan masalah listrik salah satu penyebab ,gangguan jaringan listrik sangat tinggi
karena ulah masyarakat kita sendiri yang belum sadar menanm pohon dibawah jaringan listrik ,ini perlu sosialisasi ke masyarakat kita sendiri , serta peran Pemda untuk jemput bola interkoneksi Tegangan tinggi ,karena tegangan
menengah yang dari Bengkulu ke Manna tidak layak yang mengakibatkan tegangan listrik di Manna dari 140v s/d
170v sedangkan kontrak masyarakat Ke Pln 220 V . jadi untuk investasi yang berhubungan listrik terlalu banyak
keluar biaya mana harus beli stavol , ups . kondisi ini mari kita renungkan bersama untuk dapat kita tindak lanjuti.

1 komentar:

henderi mengatakan...

Kepada Yth
Bapak Bupati
u.p.Pimpinan PLN Bengkulu Selatan
Di-
Tempat

Cc Masyarakat Bengkulu Selatan
Pelaku Usaha Bengkulu Selatan


Untuk mengatasi krisis BBM dan Listrik yang sampai saat ini masih dialami oleh sebagian besar (bahkan seluruh) masyarakat yang ada di wilayah Bengkulu Selatan maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.PEMDA harus mempunyai grand desain dan action plan dibidang energi untuk memenuhi kebutuhan energi bagi seluruh masyarakat Bengkulu Selatan. Khususnya BBM dan Listrik. Grand desain dan action plan yang dimaksud diantaranya pembangunan PLTA (memanfaatkan aliran sungai yang ada di wilayah Bengkulu), dan atau memanfaatkan bahan bakar batu bara yang ada. Pemerintah juga harus berani menambah SPBU yang ada di Bengkulu Selatan atau minimal mempermudah ijin pendirian SPBU.
2.Pelaku Usaha diminta untuk berani melakukan investasi dibidang SPBU dalam rangka memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat Bengkulu Selatan. Sampai saat ini SPBU yang ada di Bengkulu Selatan masih sangat kurang dan tidak sebanding dengan jumlah dan pertumbuhan kendaraan yang ada.
3.Kepada Masyarakat umum yang ada di wilayah Bengkulu Selatan dihimbau untuk melakukan penghematan pemakian BBM dan Listrik. Penghematan yang dimaksud dapat dilakukan dengan mmengurangi pemakaian lampu pada jam-jam 19.00-22.00. Khusus untuk melakukan penghematan BBM masyarakat dapat melakukannya dengan cara membiasakan berpergian menggunakan kendaraan umum. Sebab akhir-akhir ini angkutan kota dan/atau angkutan desa cenderung makin sedikit jumlahnya dibandingkan dengan jumlah kendaraan roda dua. Bahkan sebagai besar masyarakat Bengkulu Selatan menggunakan kendaraan roda dua (motor) dalam melaksanakan aktivitasnya. Budaya ini hendaknya bisa dikurangi.

Demikian komentar saya terhadap krisis BBM dan listrik yang dialami oleh Bengkulu Selatan sampai saat ini.

Wasalam,
Henderi
Lektor di STMIK Raharja Tangerang