Jumat, 25 Desember 2009

Penundaan Pilkada Resmi Dikirim ke MK

Tak hanya mengirimkan surat via faximile dan PT. Pos Indonesia saja, lima anggota KPU BS juga akan berangkat ke Jakarta mendatangi MK.

‘’Kami juga akan bawa surat usulan penundaan Pilkada ulang BS ke MK RI. Kami berharap surat penundaan itu bisa segera dibahas oleh majelis hakim MK RI. Seterusnya ditetapkan langkah penundaan atas putusan MK tentang pemungutan suara ulang di Kabupaten BS,’’ kata Ketua KPU BS Juli Hartono, SE.
Dia menjelaskan, surat usulan penundaan disampaikan ke MK setelah melalui pleno KPU BS yang juga dihadiri pimpinan dan anggota Panwaslu Kabupaten BS.

Pleno digelar Selasa malam (22/12), di Sekretariat KPU BS. Hasil pleno, rancangan usulan waktu penundaan, Pilkada Ulang putaran pertama dijadwalkan 7 April 2010. Bila ada putaran kedua, maka digelar 31 Mei 2010.

‘’Rancangan jadwal tidak berubah dari yang sudah dirancang sebelumnya. Kami berharap Pilkada ulang BS digelar sebelum Pilgub Juli 2010. Ketentuannya, bila Pilkada ulang digelar dua putaran, maka KPU BS masih punya waktu satu bulan mempersiapkan Pilgub di Kabupaten BS,’’ ungkap Juli Hartono.

Juli yang didampingi anggota KPU BS lainnya Zainan Sagiman, SH, Holman, SE, dan Emex Verzoni, SE, berharap keputusan penundaan Pilkada di Kabupaten BS sudah bisa diketahui sebelum 8 Januari 2010. Tanggal itu merupakan batas waktu putusan MK RI No 57/PHPU.D-VI/2008 tentang Pilkada ulang BS.

Tak hanya mengirim surat usulan penundaan ke MK RI, KPU BS juga akan bertindak tegas terhadap pasangan calon yang bermasalah. Hal itu didukung penuh Panwaslu Kabupaten BS. Pasangan calon terbukti dan telah diputuskan pengadilan bermasalah, akan dicoret KPU BS. Pasalnya KPU BS telah diberi kewenangan untuk itu.

Juli Hartono mengatakan pencoretan itu akan dilakukan setelah putusan penundaan Pilkada ulang diterima. Kalau penundaan direstui MK, KPU BS pun akan mengambil sikap tegas sesuai ketentuan berlaku. Langkah itu diambil agar pelaksanaan Pilkada di BS berjalan tertib dan bersih. Persoalan hokum diharapkan tidak terulang kembali.

‘’Pasangan yang bermasalah akan kami coret. Tetapi kami masih menunggu putusan penundaan dari MK dulu,’’ tegas Juli Hartono.

Jika nantinya aturan tersebut benar-benar dilakukan dengan tegas oleh KPU, otomatis Pilkada ulang di BS tidak mutlak diikuti delapan pasang calon, sesuai putusan MK yang tetapkan 8 Januari 2009 lalu.

Setelah dicoret kelak, diperkirakan pasangan calon yang bakal kembali bertarung hanya tujuh pasang calon. Diluar pasangan nomor 7 Dirha (H. Dirwan Mahmud, H – H. Hartawan, SH) dan pasangan nomor 4 Saleh (H. Saaludin-Lesman Hawardi,S.Pd).

Khusus pasangan No 4 Saleh, karena Cawabupnya Lesman Hawardi, S.Pd, terkait dugaan tindak pidana naga bonar (kenaikan pangkat tak sesuai prosedur) dan telah memiliki kekuatan hukum tetap, apakah sudah ada gambaran pasangan calon yang akan dicoret? Juli dan anggota KPU lainnya belum mau berkomentar banyak. Mereka mengatakan akan berpedoman pada aturan. Bila ada bukti kuat, maka akan dicoret.(cal)
Sumber :RB

MERIAM TERBESAR DI INDONESIA



MERIAM " Honney Suit " adalah peninggalan Inggris pada masa pendudukan di Kota Manna Bengkulu Selatan jenis meriam ini hanya satu satunya dan terbesar yang ada di Indonesia, panjang laras 3,4 m, p.dapur mesiu 2,5 m.diameter 90cm.

Senin, 17 Agustus 2009

Peringatan Detik Detik Proklamasi Di Bumi Sekundang Setungguan

























Manna 17 Agustus 2009

PLH Penjabat Bupati Bengkulu Selatan Drs H Asnawi A. Lamat Sebagai Irup dalam rangka Peringatan HUT RI Ke 64 yang diikuti oleh Pelajar , Mahasiswa , PNS, ABRI, POLRI , serta tokoh masyarakat dn Veteran Serta tidak ketinggalan ketua DPRD Bengkulu Selatan H. Dirwan Mahmud SH tampak di photo kegiatan ini yang disiarkan secara langsung oleh Radio mitra Fm online di www.radiomitrafm.com dan http://radiomitrafm.blogspot.com serta http://kabar-manna.blogspot.com di studio 1 radio mitra fm di pandu oleh Dj Winda di lapangan atau studio 2 lapangan sekundang bertugas Reporter Tati Yusmita SP , Reni Puspitasari A.ma , Ike .dibawah koordinator tehnik dan Reportase Rasito S.Ikom pelopor citizen jurnalism Bengkulu Selatan

Senin, 10 Agustus 2009

IOF Komcab Bengkulu Selatan kirim 3 Off-Roader



Dalam rangka Lebong Adventure off-Road Competiion 2009 Bengkulu Selatan kirim 3 peserta yang rencananya akan di pimpin oleh Kapolres Bengkulu Selatan Hery Wiyanto Sh dan akan di lepas di Balai sekundang pada tanggal 12 Agustus 2009 .

Jumat, 07 Agustus 2009

Petinggi BS Melanggar Hukum Berjamaah!

Anggota KPU pusat Drs. Abdul Aziz, MA, selaku Korwil KPU wilayah Sumbagsel mengatakan pelaksanaan pemungutan suara ulang tidak bisa ditawar-tawar. Keputusan MK RI telah menetapkan pelaksanaan pemungutan suara ulang paling lambat 08 Januari 2010. Konsekuensi atas putusan itu perlu persiapan pendanaan. Hukumnya, wajib disiapkan pendanaan guna terlaksananya penyelenggaraan Pilkada ulang.

‘’Apabila tidak dianggarkan jelas pelaksanaan pemungutan suara ulang Pilkada BS tidak bisa dilakukan. Itu menjadi sebuah kesalahan dan melanggar keputusan MK RI. Karena putusan itu jelas mewajibkan pelaksanaan Pilkada ulang paling lambat 08 Januari 2010,’’ ungkap Abdul Aziz.

Korwil KPU wilayah Sumbagsel meminta agar pelaksanaan keputusan MK RI No 57/PHPU.D.VI/2008, tentang pemungutan suara ulang diikuti. Pesertanya sesuai keputusan yaitu delapan pasang calon minus pasangan H. Dirwan Mahmud, SH, dan H. Hartawan, SH,. Abdul Azi, menekankan agar tidak terjadi kesalahan dan pelanggaran hukum secara bersama-sama (berjemaah), maka KPU BS diminta bertindak pro aktif.

‘’KPU BS berkoordinasi lebih intens pada jajaran petinggi di BS. Silakan sampaikan tahapan. Langkah-langkah akan dilakukan KPU terkait pelaksanaan keputusan MK RI itu,’’ ungkap Abdul Aziz.

Masukan dan saran Korwil KPU BS tersebut segera ditindaklanjuti. Ketua KPU BS Juli Hartono, SE, bersama anggota Zainan Sagiman, SH, Holman, SE, Emex Verzoni, SE, dan Surismi Nada Puspa, S.Ag, menyatakan kesiapannya.

Mereka segera berkoordinasi lebih intens sesuai arahan KPU pusat. Itu dilakukan sepulang dari Jakarta, dengan cara bertatap muka langsung bersama petinggi Pemkab BS. Termasuk juga pimpinan dan anggota DPRD BS dan Pemda Provinsi Bengkulu.

Mereka berharap ada satu pemahaman atas amanah putusan MK RI. Selanjutnya tidak menimbulkan kesalahan dan pelanggaran secara hukum. ‘’Kami selaku penyelenggara di tingkat kabupaten tetap menjunjung tinggi amanah MK RI. Putusan itu akan ditaati dan dilaksanakan. Kami tidak ingin mengangkangi keputusan MK RI. Putusan itu setara undang-undang dan harus dilaksanakan,’’ ungkap Juli Hartono.

Kebutuhan dana pemungutan suara ulang Pilkada BS sendiri mencapai Rp 8,079 miliar. Terdiri dana putaran pertama sebesar Rp 4,7 miliar. Peruntukannya sebesar Rp 1,6 miliar untuk honor dan 3,1 miliar dana belanja barang. Sedangkan dana putaran kedua sebesar Rp 3,2 miliar lebih. Peruntukannya sebesar Rp 974 juta untuk honor penyelenggara dan Belanja modal sebesar Rp 2,2 miliar apabila perolehan suara pasangan calon bupati/wakil bupati tidak mencapai 30 %+1.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD BS H. Syarifudin Sabana, SH, menyebutkan bahwa pada prinsipnya lembaga dewan siap mengalokasikan anggaran tersebut. Dengan catatan dana APBD BS 2009 memungkinkan dan mampu memenuhinya.

Untuk itu, DPRD BS masih akan melihat besaran draft dana disiapkan Pemkab BS pada APBD (P) 2009, mendatang. ‘’Secara prinsip kelembagaan tidak ada persoalan. Apabila dana APBD BS siap tentu dianggarkan. Namun sebaliknya, apabila tidak siap perlu upaya mencari penyelesaian secara bersama-sama. Paling tidak APBD Pemprov bisa membantu kekurangannya,’’ demikian Syarifudin Sabana. (cal)

Sumber : RB

Sabtu, 01 Agustus 2009

Draf Dana Pilkada Bengkulu Selatan 2 Putaran Rp 8,6 M

Rinciannya Rp 5 miliar putaran pertama. Dan Rp 3,6 miliar putaran kedua. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan dana Panwaslu dan pengamanan lain. Apabila mengacu usulan masuk ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bengkulu Selatan, kebutuhan dana Panwaslu mencapai Rp 600 juta lebih.

Di tingkat KPU Bengkulu Selatan jumlah honor pada putaran pertama diajukan Rp 147 juta. Dan Belanja logistik sebesar Rp 2.450.420.350. Di tingkat PPK honor dibutuhkan Rp 264 juta. Plus belanja sebesar Rp 165.885.000. Total kebutuhan dana tingkat PPS Rp 971.500.000. Serta kebutuhan dana tingkat KPPS mencapai Rp 1.022.000.000. Rinciannya honor sekitar Rp 633.750.000 dan belanja Rp 388.250.000.

Ketua KPU BS Juli Hartono, SE, dan anggota Zainan Sagiman, SH, serta Holman, SE, mengakui bahwa besaran rancangan dana sebagian besar untuk honor perangkat penyelenggara. Plus pendanaan logistik untuk persiapan dan pelaksanaan pemungutan suara ulang pada 11 November 2009.

‘’Pendanaan tersebut tetap berpatokan pada rancangan biaya Pilleg 2009 lalu. Baik tingkat KPU BS, PPK, PPS, dan KPPS di 11 kecamatan Kabupaten BS. Termasuk honor perangkat penyelenggara juga mengacu pada rancangan sebelumnya. Dengan harapan pendanaan itu mampu terpenuhi guna pelaksanaan pemungutan suara ulang mendatang,’’ ungkap Juli Hartono dan Zainan Sagiman.

Sedangkan draft usulan pendanaan apabila terjadi putaran kedua hanya Rp 3,6 miliar. Rinciannya pada tingkat KPU BS dibutuhkan sekitar Rp 2.045.547.000, terdiri honor dan logistik. Seterusnya tingkat PPK dibutuhkan Rp 212.545.000, terdiri Rp 88 juta honor dan belanja logistik Rp 124.545.000. Tingkat PPS sekitar Rp 339.475.000, terdiri 214.650.000 honor dan belanja Rp 124.825.000. Terakhir tingkat KPPS kebutuhannya sama dengan putaran pertama. (cal)
Sumber : RB

Kamis, 30 Juli 2009

Ada Calon Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada Ulang

Bengkulu Selatan
Kamis, 30 Juli 2009 02:10:58

Sementara itu berdasarkan aturan, seperti PP No 6 Tahun 2005 tentang tata cara pemungutan suara Pilkada, kalau ada tim sukses atau pasangan calon yang terbukti melakukan tindakan kecurangan diantaranya money politc, pasangan calon itu bisa kena sanksi, hukuman terburuk dicoret dari pencalonan.

Ketua KPU BS Juli Hartono SE didampingi Divisi Hukum Zainan Sagiman SH ketika dikonfirmasi membenarkan soal adanya aturan tersebut. Hanya saja dalam kasus pemungutan suara ulang ini dia mengaku belum bisa banyak berkomentar karena ada beberapa tahapan Pilkada bakal dikonsultasikan ke pusat. Apakah calon yang tim suksesnya terbukti money politic bisa ikut atau tidak. “Kita belum berani mengatakan soal itu, tetapi hal ini akan kita bawa untuk rapat di Jakarta,” katanya.(911)

Sumber :BE

Rabu, 29 Juli 2009

Pemkab dan Muspida Sepakat Pilkada Ulang

Bengkulu Selatan Rabu, 29 Juli 2009 01:41:23

Dari jajaran Muspida Bengkulu Selatan hadir pada pertemuan itu, Dandim 0408 BS diwakili Kasdim Mayor Inf. Z. Afrizal, Kajari Manna Yudha P Sudijanto, SH, M.Hum, Ketua PN Manna Djaniko MH Girsang, SH, M.Hum, dan Ketua Pengadilan Agama. Ketua DPRD BS pada pertemuan bersama membahas Pilkada ulang/pemungutan suara ulang tersebut diwakili oleh Wakil Ketua DPRD BS H. Syarifudin Sabana, SH.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.35 WIB, kemarin berlangsung hingga pukul 13.30 WIB. Sejumlah bahasan terkait pelaksanaan Pilkada ulang menindaklanjuti keputusan MK RI dibahas bersama. Baik persiapan dana, tahapan Pilkada ulang dan rangkaian koordinasi menjelang persiapan pemungutan suara ulang tersebut. Direncanakan pelaksanaan Pilkada ulang berlangsung akhir 2009. Paling minim sebelum 08 Januari 2010, sesuai putusan MK RI.

Ketua KPU BS Juli Hartono, SH, usai pertemuan bersama Muspida BS, mengungkapkan hasil kesepakatan pertemuan tersebut. Menurutnya, pertama KPU BS diminta segera melakukan persiapan pelaksanaan pemungutan suara ulang tersebut. Termasuk mengajukan draft pendanaan guna membiayai pelaksanaan tersebut. Khusus pendanaan akan disiapkan dan dibahas bersama antara Pemkab dan DPRD BS.

‘’Kami selaku institusi penyelenggara diminta segera melakukan persiapan. Terutama terkait tahapan pemungutan suara ulang tersebut. Baik itu ditingkat KPU BS, PPK, PPS, dan KPPS,’’ tegas Juli Hartono.

Sinyal baik dari Pemkab dan Muspida BS disambut baik KPU BS selaku institusi penyelenggaran Pemilu. Ketua KPU BS berjanji, apabila minggu ini mereka telah tuntas memplenokan persiapan/tahapan pemungutan suara ulang tersebut. Selanjutnya tahapan itu akan dibawa ke KPU provinsi dan pusat. Selain itu sesuai pembicaraan bersama Pemkab dan muspida BS, mereka juga akan berkoordinasi ke MA, MK RI dan DDN (departemen dalam negeri).

Dikatakan, pertemuan di MA (Mahkamah Agung) terkait kasasi H. Dirwan Mahmud, SH, yang tengah berjalan. KPU BS diminta melakukan koordinasi dan konsultasi terkait kasasi tersebut. Demikian juga dengan MK RI terkait permohonan petunjuk atas pelaksanaan Pilkada itu sendiri. Demikian juga DDN dan KPU pusat. Terutama kaitannya dengan para kandidat, dan mata pilih yang bakal mengikuti pelaksanaan pemungutan suara ulang.

‘’Rancangan tahapan Pilkada yang disiapkan tetap mengacu pada pelaksanaan pemungutan suara dua putaran. Termasun draft pendanaan juga dua putaran. Rancangannya, putaran pertama akan berlangsung November 2009. Putaran kedua berlangsung pada Desember 2009. Kendati demikian rancangan itu akan diplenokan terlebih dahulu dan diajukan ke KPU pusat,’’ demikian Juli Hartono. (cal)
Sumber : RB

Minggu, 14 Juni 2009







Bengkulu Selatan mempunyai salah satu obyek wisata sejarah yang terletak di kecamatan Air nipis , yaitu obyek wisata DUSUN TINGGI , kenapa dinamakan dusun tinggi karena tempatnya yang begitu tinggi , untuk mencapai obyek wisata tersebut ada 3 jalan yaitu melewati Desa ganjau kec Pino Masat , lewat Desa Jemaring Kec Seginim atau melewati Desa Tanjung tengah , sebelah utara Pino Baru Kecamatan Air Nipis , Di Dusun Tinggi menurut cerita masyarakat sekitarnya terdapat Tapak dari 9 orang yang pernah membuka lokasi tersebut , diataranya pangeran kumbang, Raden kuning , serta pemarakan agung tempat bertemunya kepuyangan tersebut , sekarang berkembang wacana di masyarakat Raden kuning tidak lain Maha Patih gajahmada, Pangeran Kumbang adalah Aditiya Warman salah seorang petinggi majapahit setingkat menteri saat ini , menurut sejarah kapal yang ditumpangi kandas di muara bengkenang sehingga menelesuri tempat sampai ke dusun tinggi, untuk mencapai lokasi tersebut kalau melalui Air nipis ,harus berjalan kaki 4 jam yang belum biasa , yang sudah biasa 2,5 jam , dari pos terakhir tanjung tengah untuk menitip kendaraan , jangan kaget harus menerobos hutan belantara.
Untuk mencapai pembuktian sejarah dari crew mitra fm menuju lokasi tersebut selama 2 hari , kebenaran sejarah tersebut perlu penelitian lebih lanjut , dan tanggapan dari pengunjung blog ini sangat kami harapkan .

Senin, 01 Juni 2009

Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor


JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung raksasa yang ditemukan di perairan barat Sumatera mungkin memecahkan rekor sebagai gunung berapi terbesar di Indonesia. Demikian menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono di Jakarta, Jumat (29/5).

Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, terletak kira-kira 330 km dari Bengkulu. Tingginya diperkirakan 4.600 meter dengan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Diameternya diperkirakan sekitar 50 km.

Ia memprediksi, gunung api yang ditemukan itu sebelumnya pernah beberapa kali meletus sehingga material-material letusannya membuat gunung itu semakin besar seperti sekarang ini. Menurut Surono, para peneliti harus meneliti lebih lanjut untuk mengetahui kepastian gunung merapi itu, seperti tingkat keaktifan magmanya, memiliki lubang pada bagian atasnya sebagai tempat untuk keluar letusan dan lainnya.

Bila gunung itu merupakan gunung berapi, lanjut Surono, akan sangat berbahaya bila meletus. Gunung api yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami. Oleh sebab itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk mengantisipasi hal itu.

"Para peneliti juga harus melakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kondisi gunung tersebut serta membuat peta rawan bencana di sekitar gunung itu sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Surono memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut de Physique Globe Paris yang menemukan gunung api raksasa tersebut.

Rabu, 20 Mei 2009

Company Profile Radio Mitra Fm

Company Profile

Radio MITRA FM 101.3 MHz berdiri di Kabupaten Bengkulu Selatan pada November 2003 dengan nama perusahaan PT. Radio Surya Mitra Swara
Lembaga Penyiaran Swasta Radio MITRA FM membawa konsep : Media Informasi Dan Hiburan Keluarga Anda , Radio Mitra FM setia menemani pendengarnya dengan program acara yang sesuai dengan kebutuhan mereka melalui format musik dan sajian informasi dengan Motto : Dekat dengan pendengar dulu baru dengan yang lainnya .
Nama Perusahaan : PT. RADIO SURYA MITRA SWARA
Nama Radio : MITRA FM
Frekuensi : 101.3 MHz
NPWP : 01.943.219.4-311.000
Alamat Radio MITRA FM : Jl A. Yani 14c Manna Bengkulu Selatan 38500 Telp 0739 -21336 . 21065 e- mail : mitra_1003fm@yahoo.com .http://radiomitrafm.blospot.com
Direktur : Elmi Susiyanti
Penanggung Jawab Siaran : Tati Yusmita

Power Pemancar : 600 Watt
Tower : 45 M / Antena V2R
Coverage Area : 60 KM Efektif
Jangkauan Siar :
Kabupaten Bengkulu Selatan , Kabupaten Seluma , Kabupaten Kaur , Sebagian Propinsi Sumsel diantaranya , Tanjung Sakti, Pagar Alam , Lintang Empat Lawang dan daerah Oku Selatan

SEGMENTASI
Segmentasi : Dewasa Umum
Strata Sosial : Menengah - Bawah ( B, C, D )
Klasifikasi Pendengar : Jenis Kelamin
Pria = 50 %
Wanita = 50 %
Usia Pendengar
16 – 25 Tahun = 30 %
26 – 30 Tahun = 30 %
31 – 35 Tahun = 20 %
36 – 40 Tahun = 10 %
41 – 45 Tahun = 10 %
Status Pendidikan
Tamat SLTA = 60 %
Tamat Universitas = 20 %
Lainnya = 20 %
Status Pekerjaan
Pegawai Negeri Sipil = 10 %
Pegawai Swasta = 5 %
Pelajar / Mahasiswa = 35 %
Wiraswasta , petani , nelayan = 35 %
Ibu Rumah Tangga = 15 %
SES (Social Economic Status) :
A:5 % B:10 % C:25 % D:35 % E: 25 %
Format Musik : Dangdut = 35 % Indonesia Populer = 40 % Lagu Daerah 10% Mancanegara 7.5 % Lagu anak anak 2,5 % lagu Islami 5 %
Format Siaran : Edutainment, Infotainment, Talkshow, Interactive, Insert, News dan Tips.

BENTUK IKLAN DURASI HARGA

SPOT IKLAN KOMERSIAL
01 - 60 detik (1x) Rp 20.000
Kelebihan dari 60 detik Rp 500 /detik

ADLIBS
01 - 60 detik (1x) Rp 20.000

TIME SIGNAL
01 - 60 detik (1x) Rp 20.000

TALK SHOW
01 - 30 menit (1x) Rp 150.000
31 - 60 menit (1x) Rp 300.000


SPONSOR ACARA/PROGRAM
2 adlibs + 3 spot 15 menit Rp 50.000
3 adlibs + 4 spot 30 menit Rp 100.000
4 adlibs + 6 spot 45 menit Rp 150.000
5 adlibs + 10 spot 60 menit Rp 200.000

PAKET PROMO
PAKET A 100 Spot & 75 adlibs Rp. 1.500.000
PAKET B 75 Spot & 50 adlibs Rp. 1.000.000
PAKET C 40 Spot & 25 adlips Rp. 7.50.000

SPOT ILM
(Iklan Layanan Masyarakat)
01 - 60 detik (1x) Rp 10.000

Keterangan:

Biaya Produksi Spot Iklan; Rp 150.000,-



Program acara Radio Mitra Fm
Jadwal Siar : Senin , Selasa , Rabu, Kamis , Sabtu ,
06.00 Wib S/d 07.30 Wib Relay Elshinta
08.00 Wib S/d 11.00 Wib Mitra Dangdut
11.00 Wib S/d 14.00 Wib Gema Sekundang
14.00 Wib S/d 17.00 Wib Mitra Lovers
17.00 Wib S/d 19.00 Wib Relay Elshinta
19.00 Wib S/d 23.00 Wib Mitra Gaul

: Jumat
06.00 Wib S/d 07.30 Wib Relay Elshinta
08.00 Wib S/d 11.00 Wib Mitra Dangdut
11.00 Wib S/d 14.00 Wib Mitra Religi
14.00 Wib S/d 17.00 Wib Mitra Lovers
17.00 Wib S/d 19.00 Wib Relay Elshinta
19.00 Wib S/d 23.00 Wib Mitra Gaul

: Minggu
06.00 Wib S/d 07.30 Wib Relay Elshinta
08.00 Wib S/d 11.00 Wib Mitra Children Mania
11.00 Wib S/d 12.00 Wib Mitra Kangguru
12.00 Wib S/d 14.00 Wib Mitra Nostalgia
14.00 Wib S/d 17.00 Wib Mitra Lovers
17.00 Wib S/d 19.00 Wib Relay Elshinta
19.00 Wib S/d 23.00 Wib Mitra Gaul




Target Pendengar :

Mitra dangdut : Ibu Rumah Tangga, Pedagang, Petani,Home Industri,
Gema Sekundang : Petani , Pedagang , nelayan , Home Industri,Ibu Rumah Tangga
Mitra Lovers : Pelajar , Mahasiswa,
Mitra Gaul : Pelajar , Mahasiswa , Pns , Karyawan ,


Penjelasan Acara :


Mitra Dangdut : mempersembahkan seluruh musik dangdut dan India dengan
diselingi tips tips untuk yang ada hubungannya dengan target
pendengar, Ibu rumah Tangga , Pedagang , petani, home Industri.

Gema sekundang : Mempersembahkan lagu lagu daerah lokal maupun secara nasional
sesuai suku yang ada di Bengkulu Selatan , baik prop Bengkulu ,
Jawa , sunda , Minang, batak,Jambi, Sumsel dan Lainnya,dengan
diselingi info info terkini secara lokal maupun nasional baik adlibs
maupun streaming .

Mitra Lovers : Mempersembahkan seluruh musik pop Indonesia dan Mancanegara
dengan diselingi info info pengetahuan , maupun life Style untuk
anak muda .

Mitra Gaul : Mempersembahkan seluruh musik baik pop Indonesia , dangdut
barat, daerah , serta obrolan obrolan yang sedang tren baik lokal
maupun nasional .

Mitra Children Mania : Mempersembahkan lagu anak anak

Mitra Nostalgia : Mempersembahkan lagu lagu Nostalgia

Mitra Kangguru : Pelajaran bahasa inggris kerjasama dengan kangguru Bali

Selasa, 19 Mei 2009

Janji PLN, Juli Krisis Listrik di BS Berakhir!

Hal itu disampaikan GM PT PLN wilayah Palembang di hadapan PLH Penjabat Bupati BS H. Asnawi A Lamat, dan jajaran di Rumdin Bupati BS, pukul 14.45 WIB, Senin (18/5) kemarin. Rencananya, mesin yang akan ditambah sebanyak dua unit. Meski mesin yang akan didatangkan bukan baru melainkan eks PLN Lampung, namun diyakini kondisinya masih bagus.

Disebutkan, masing-masing mesin memiliki ketersediaan daya sebesar 800 KW. Dengan tambahan dua unit mesin, maka kekurangan daya 1,6 MW di BS bisa segera teratasi. Pasalnya kekuatan dua unit mesin itu melebihi kekurangan daya yang dibutuhkan di PLN Ranting Manna BS.

‘’Kami berharap ke depan listrik di BS bisa normal. Kekurangan daya selama ini segera diatasi menjelang Pilpres 2009 mendatang dengan tambahan dua unit mesin lagi,’’ ungkap Amin Rosidin.

Komitmen GM PT PLN Palembang itu disambut positif dua anggota DPRD BS yang hadir kemarin. Ketua Komisi A DPRD BS, Teddy Mirzal, meminta pihak PLN segera membuat pondasi dudukan mesin mulai sekarang jika memang pemasangan dua unit mesin tersebut segera digelar jelang Pilpres 2009.

Pasalnya jika dudukan mesin itu tidak dipasang mulai sejak dini, maka rentan rusak. ‘’Cor-an dudukan mesin itu paling tidak harus berumur 21 hari sebelum mesin dipasang. Jika dibuat beberapa hari menjelang mesin tiba, tentu kurang baik,’’ ungkap Teddy Mirzal.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD BS, Djamian Khatmir, BA di hadapan pimpinan PLN Palembang kemarin banyak melaporkan keluhan masyarakat di BS. Menurutnya, sejak persoalan listrik tidak kunjung tuntas banyak warga yang telah dirugikan. Selain mengganggu usaha warga yang menggunakan listrik, sejumlah barang elektronik juga rentan mengalami kerusakan. Terutama ketika lampu hidup mati (byar pet, Red) kerap terjadi selama ini.

Di penghujung acara kemarin semua masukan itu diterima GM PT PLN wilayah S2JB Palembang dengan baik. Masukan anggota dewan juga diterima dengan baik. Dia pun segera menginstruksikan kepada pimpinan PT PLN Ranting Manna BS Barhimin, agar segera melakukan pembuatan dudukan mesin baru yang bakal segera tiba itu.

Sementara itu, selain PLH Penjabat Bupati BS, ikut juga hadir pada acara kemarin, Asisten I Setda BS Drs. Zainal Abidin Merahli, Kabag Ekonomi Samsu Ahrdi, SE, M.Si Kabag Tata Pemerintahan Drs. Edie Hartawan, M.Si. (cal)

Sumber: Rb

Minggu, 10 Mei 2009

Radio Streaming Pertama Di bengkulu Selatan






Dengan Mengucapkan puji Syukur Kehadirat Allah Swt , serta Partisipasi Seluruh Pendengar Radio Mitra Fm,serta tidak ketinggalan peran serta PT Telkom Bengkulu dan www.indowebster.com maka kami Radio Mitra Fm 101.3Mhz dapat didengar di seluruh penjuru tanah air Indonesia , semoga bermanfaat untuk kita semua .
Manna 10 Mei 2009 Pimpinan Radio Mitra Fm Elmi Susiyanti.

Streaming Radio mitra Fm juga bisa di akses di http://radiomitrafm.blogspot.com
e-mail:mitra-1003fm@yahoo.com tlp : studio 0739-21065 dan Marketing 0739-21336

Rabu, 15 April 2009

PREDIKSI CALON DPRD BENGKULU SELATAN TERPILIH




CALON DPRD BENGKULU SELATAN DAPIL 1

Aditya Trisna ( Demokrat ) Drs Gunadi Yunir ( PPP )Helmi Paman (PDIP)Gustian Armadi ( PAN ) Muktar Ariyun Jurnal ( Golkar ) Rini Susanti ( Hanura ) Ahmad Fendri ( Republika N )

CALON DPRD BENGKULU SELATAN DAPIL 2

H. Mudin Gumay ( PAN ) Faisal Mardianto ( Demokrat )Hadiar Saeto ( PPP ) Jardi Kaim ( Golkar ) Junaidi ( PKS ) Dra Nini Y ( Hanura ) Nupirmin ( PPDK )

CALON DPRD BENGKULU SELATAN DAPIL 3

Susman Hadi ( Golkar ) Hendri Yusdani ( PAN ) Lailatul Ratmi ( Golkar )Dodi Martian ( PPD ) Surhan Uyup ( PNUI ) Sudirman ( PPP ) Abdul Adi ( Pakar Pangan )
Minadi ( Barnas )Syarifudin Syahbana ( PKPI ) Suhardi ( Hanura ) Drs Yunadi ( PKPB )

Sumber : Rasel 15 April 2009

Rabu, 08 April 2009

Korban Pesawat TNI AU Warga Kota Manna


Korban Kecelakaan Pesawat
TNI AU Warga Kota Manna
KOTA MANNA - Salah seorang korban yang gugur dalam kecelakaan pesawat Fokker-27 milik TNI AU di Bandara Hussein Sastranegara Senin (6/4) ternyata warga Bengkulu Selatan. Yakni Letda Psk Richie Desipratika, suami dari Nindia Yulanda (23) warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna. Tadi malam di rumah duka dilakukan takziah. Kerabat keluarga korban silih berganti datang. Suasana tampak haru.Kakak ipar korban, Rina, paman dari pihak ibu H Dendi Sugandi dan paman dari pihak ayahnya H Ramlan Saim saat ditemui Rasel di rumah duka kemarin menuturkan, sebelum kecelakaan terjadi, korban menelepon istrinya Nindia, meminta doa agar selamat dalam menjalankan latihan terbang. Richie juga menelepon pamannya yang berada di Bengkulu Selatan agar anaknya jangan dimarahi bila tindakannya sering nakal.“Dia menelepon saya sebelum latihan,” jelas Dendi didampingi kakak ipar korban. Kejadian yang menghilangkan nyawa anak semata wayang pasangan Sugeng Riyanto dan Ninik Minarni berasal dari Jember, Jawa Timur, terjadi sekitar pukul 13.05. Sejam kemudian, sekitar pukul 14.10, mertua dan keluarga istrinya mendapatkan kabar bahwa menantu dan adik ipar mereka menjadi korban kecelakaan maut tersebut.Kemarin malam sekitar pukul 21.00 WIB mertua korban Sabran Saim dan Dwi Sundari langsung berangkat ke Bandung Jawa Barat untuk melihat korban dan keadaan anak serta cucu mereka. “Tadi malam (kemarin malam), ibu dan bapak berangkat ke Bandung menggunakan pesawat,” jelas Rina.Kabar meninggalnya Richie sontak membuat keluarga korban di Bengkulu Selatan menjadi sedih. Karena umur pernikahan Richie dan Nindia baru satu tahun. Sedangkan cucu mereka baru berumur empat bulan tetapi harus menerima cobaan berat kehilangan suami dan ayah tercinta.Richie senidiri di mata keluarga mertuanya merupakan orang yang sangat bertanggung jawab dan sangat mencintai anak dan istrinya. Salah seorang lulusan terbaik TIN AU angkatan 2006 ini rencananya setelah mengikuti pendidikan di Bandung akan diangkat menjadi salah seorang komandan satuan TNI AU di Medan. Richie juga ditawari untuk mengikuti pendidikan ke luar negeri.“Namanya ajal, tidak dapat ditebak bagaimana dan kapan akan datang,” kata paman korban, Ramlan Saim. Tadi malam, di rumah Sabran dilakukan acara takzia dan memanjatkan doa agar arwah korban diterima di sisi-Nya.(sak)
Sumber : Radar selatan

Rabu, 25 Maret 2009

Mantan Napi Boleh Jadi Caleg Setelah 5 Tahun Bebas


Jakarta - Mantan narapidana (napi) akhirnya bisa bernafas lega. Asal telah bebas dari penjara selama 5 tahun, mereka diperbolehkan mengajukan diri sebagai anggota DPR/DPRD maupun DPD.

Demikian putusan MK yang dibacakan oleh Ketua Hakim Konstitusi Mahfud MD di Mahkamah Kosntitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (24/3/2009).

Permohonan pengujian ini diajukan oleh Roberto Adji, mantan residivis. Roberto meminta MK menguji pasal 12 hurup g tentang syarat calon anggota DPR/DPD, pasal 50 ayat 1 huruf g tentang syarat calon anggota DPRD Provinsi dan Kota, dan pasal 58 hurup f tentang syarat calon kepala wakil kepala daerah.

Mahfud menyatakan, MK mengabulkan bersyarat permohonan pengujian UU No 10/2008 tentang Pemilihan Umum dan UU No 12/2008 tentang Perubahan kedua atas UU No 32/2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap UUD 1945 itu. Namun ada 4 syarat yang ditetapkan MK.

"Mengabulkan permohonan pemohon yang merupakan norma hukum dalam inkonstitusional bersyarat norma hukum tersebut adalah inskonstitusional apabila tidak dipenuhi syarat-syarat ," kata Mahfud.

Syarat tersebut, pertama bukan untuk jabatan-jabatan publik yang dipilih sepanjang tidak dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak pilih oleh putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Syarat yang kedua, keputusan ini berlaku terbatas untuk jangka waktu 5 tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum. Dan syarat ketiga, melakukan keterbukaan dan kejujuran mengenai latar belakang jati diri sebagai mantan terpidana.

"Dan yang keempat bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang," lanjut Mahfud.

Namun MK juga menolak beberapa permohonan yang diajukan seperti terhadap para anggota PRRI dan Permesta dan GAM yang pada waktu itu juga telah melakukan tidak pidana cukup berat ancaman hukumannya menurut hukum positif Indonesia. Ini juga termasuk dengan tindak pidana yang dilakukan oleh mereka yang terlibat pemberontakan G30S PKI.

"Itu dinyatakan agar ketika menjadi calon anggota DPR, DPRD dan DPD dinyatakan tidak konstitusional oleh mahkamah," kata Mahfud.

Sumber :http://www.detiknews.com/read/2009/03/24/164825/1104541/10/mantan-napi-boleh-jadi-caleg-setelah-5-tahun-bebas

Sabtu, 21 Maret 2009

Agusrin Targetkan Selesai 1 Minggu


Tak hanya itu, dalam rapat koordinasi dengan para pejabat eselon II dan III Pemkab BS di Aula Reptaloka, Gubernur Bengkulu meminta para pejabat di BS menyelesaikan persoalan-persoalan utama di BS tuntas dalam 1 minggu. Persoalan yang mesti dituntaskan yaitu soal izin pabrik CPO di Desa Tambangan yang sampai saat ini belum selesai. Untuk itu, Agusrin meminta supaya Kadiskoperindag BS Nopian Andusti untuk menyelesaikan persoalan izin itu dalam waktu 7 hari.

Kemudian soal hibah lahan pemasangan gardu induk PLN di Desa Padang Lebar yang sertifikasinya belum ditandatangan oleh mantan Bupati BS H Fauzan Djamil SH. Agusrin mengatakan kalau memang untuk kepentingan rakyat BS mengapa mesti dihambat.

Selain itu, terkait persoalan uang jasa medis yang tidak bisa dibayarkan, Agusrin meminta supaya Direktur RSUD Manna untuk berkoordinasi dengan Direktur RSMY Bengkulu mengenai juklak dan juknis penggunaan uang jasa Jamkesmas. Kalau memang bisa dibayarkan, saya siap menandatanganinya, tegas Agusrin.

Soal kepindahan RSUD Manna ke tempat yang baru, Agusrin meminta RSUD Manna sudah pindah gedung paling lambat awal Mei. Ini supaya RSUD Manna bisa melayani masyarakat secara maksimal.

Tak hanya itu, dalam rakor itu juga dikupas persoalan keresahan petani karena sering dirazia Dinas Kehutanan dan Perkebunan BS. Saat itu, Agusrin meminta keterangan kepada Kadishutbun Ir H Jonior Hafis MP, apa sebenarnya yang terjadi mengapa bisa terjadi demikian, apakah karena kurang sosialisasi oleh Dishutbun.

Jonior menjelaskan kalau Dishutbun sebenarnya sudah melakukan sosialisasi, penyuluhan dan koordinasi dengan kecamatan. Namun, masyarakat sudah terlanjur menempat hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan produksi. Meskipun sudah diingatkan masih saja kembali ke lahan hutan milik negara tersebut. Sehingga
Dishutbun terpaksa melakukan penertiban.

Namun sempat sedikit terjadi ketegangan ketika Camat Air Nipis Arjo Arifin dimintai tanggapan mengenai persoalan petani di wilayah yang dipimpinnya. Arjo mengatakan karena Dishutbun memindahkan patok sembarangan dimana di salah satu desa, ada patok hutan lindung di tengah dusun. Padahal tahun 1986 patok itu adanya di ujung desa, tiba-tiba sudah tahun 1996 sudah masuk ke tengah desa.

“Siapa yang salah,” tanya Agusrin.
“Ya Dinas Kehutanan Pak,” jawab Arjo. Tentu saja hal ini mengundang tawa semua peserta rakor. Hanya saja, Agusrin mengatakan tidak usah saling menyalahkan. Tetapi bagaimana caranya mencari jalan keluar atas persoalan ini.

Kurang Daya
Meskipun tiga unit mesin diesel dengan kapasitas daya masing-masing 500 KW sudah didatangkan ke BS, namun krisis listrik di BS belum bisa teratasi. Karena, mesin yang tiba kemarin merupakan mesin bekas, sehingga kekuatannya kemungkinan tidak lagi 500 KW tetapi peforma sudah menurun yaitu sekitar 300 kw setiap mesin. Hal ini disampaikan oleh Manager Opdis PLN Ranting Manna Karnadi Amd kepada Penjabat Bupati BS yang juga Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin usai penyerahan 3 unit mesin diesel secara simbolis kemarin.

Karnadi mengatakan kekurangan daya itu sekitar 1.000 KW lagi. Maka kalau ingin krisis listrik diatasi harus ditambah lagi sedikitnya 2 unit mesin diesel dengan daya masing-masing 500 kw. “Kalau sudah 1.000 kw, kita jamin sudah bisa normal, tetapi kalau sekarang tetap akan ada giliran pemadaman lampu karena bebang PLN tidak sanggup lagi untuk menampung banyaknya daya yang digunakan pelanggan,” kata Karnadi.

Menyikapi hal ini, Agusrin berjanji akan menyelesaikan persoalan ini secepatnya. Sehingga krisis listerik bisa cepat teratasi. “Saya akan coba datangkan lagi mesin diesel ini, supaya Bengkulu Selatan ini bisa terang benderang,” demikian Agusrin. (911)

Aksi Gerak Cepat Penjabat Bupati BS

-3 Unit Mesin Diesel Pembangkit Listrik Telah Diserahkan ke PLN Ranting Manna.
-Soal izin pabrik CPO di Desa Tambangan Akan Dituntaskan Dalam 1 Minggu.
-Hibah lahan pemasangan gardu induk PLN di Desa Padang Lebar yang sertifikasinya belum ditandatangan oleh mantan Bupati BS H Fauzan Djamil SH akan segera diteken Penjabat Bupati BS.
-Persoalan uang jasa medis yang tidak bisa dibayarkan, Direktur RSUD Manna diminta untuk berkoordinasi dengan Direktur RSMY Bengkulu mengenai juklak dan juknis penggunaan uang jasa Jamkesmas. Kalau memang bisa dibayarkan, Agusrin siap menandatanganinya.
Sumber :http://www.bengkuluekspress.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=8&artid=1632

Kamis, 19 Maret 2009

Sultan HB X Peduli Temuan Kerajaan Sriwijaya


PAGARALAM, SUMSEL, SELASA-- Sultan Hamengkubuwono (HB) X dalam kunjungan ke Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menyempatkan ke Kota Pagaralam--5-6 jam dari Kota Palembang--untuk menemui 35 tokoh spiritual Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

Pertemuan di kota perkebunan yang memiliki gunung berapi (Gunung Dempo), Minggu (1/3), sekaligus menunjukkan kepedulian Sultan HB X atas peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang hingga sekarang masih diperdebatkan lokasi pusat kerajaan besar Nusantara itu.

Kehadiran Sultan HB X di Sumsel, sejak Minggu hingga awal pekan ini, antara lain untuk menghadiri Silaturahmi dengan urusan Merah Putih (Merti) Nusantara se-Sumatera di Palembang dan bertemu dengan sejumlah tokoh di Sumsel, serta beberapa agenda penting lainnya.

Pertemuan Sultan dengan para tokoh di Kota Pagaralam itu, berlangsung sekitar 30 menit di kediaman resmi Walikota Pagaralam Djazuli Kuris.

Sebelumnya, 35 tokoh spiritual dan juru kunci kompleks peninggalan kerajaan Sriwijaya di sana, diundang khusus untuk menghadiri seminar nasional dan pertemuan ilmiah bertema Peradaban Besemah sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya yang diselenggarakan Ditjen Kesatuan Bangsa dan Politik Depdagri dan Pemkota Pagaralam.

Pertemuan itu diharapkan menjadi awal pengkajian lokasi pusat Kerajaan Sriwijaya, dengan menghadirkan sejumlah pemerhati sejarah, pakar budaya dari Universitas Indonesia Prof Dr Nurhadi Magetsari dan pakar megalitik dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Prof Dr Haris Sukendar.

Pertemuan khusus Sultan HB X yang datang khusus ke Pagaralam, selain menemui tokoh spiritual juga bersilaturahmi dengan Walikota Djazuli Kuris, Kepala Polres Pagaralam AKBP Abdul Soleh, dan Ketua DPRD Piterman Maulana.

Menurut Sultan HB-X, setelah seminar tersebut akan dilanjutkan dengan pertemuan sejumlah tokoh spiritual yang direncanakan di Kota Bintuhan, Kabupaten Kabupaten Kaur (Bengkulu Selatan).

Pusat Kerajaan Sriwijaya

"Besemah (Pagaralam, Red) memang menjadi bagian wilayah Kerajaan Sriwijaya. Namun demikian, tentang persoalan ini masih memerlukan pengkajian lebih lanjut dan memerlukan bukti-bukti ilmiah untuk menentukan pusat kerajaan itu," kata Sultan pula.

Sultan juga berpendapat, Kerajaan Sriwijaya memiliki hubungan erat dengan sejumlah kerajaan yang ada di Pulau Jawa.

"Saya yakin di daerah Besemah merupakan salah satu kawasan yang terdapat peninggalan purbakala. Belum saatnya apabila saya mengungkapkan dimana pusatnya (Kerajaan Sriwijaya, Red) saat ini," kata Sultan lagi.

Kenyataan itu terungkap pula sesuai pendapat pakar budaya dan arkeologi dalam pertemuan ilmiah sehari sebelumnya, Sabtu (28/2), di Pagaralam.

Menurut Sultan, harus ada penelitian ilmiah lebih lanjut, dan melibatkan sejumlah tokoh spiritual yang diyakini mengetahui seluk-beluk Kerajaan Sriwijaya itu.

"Namun demikian, pertemuan ini dilakukan karena saya juga memiliki ikatan keluarga dengan orang Besemah. Asal usul orangtua saya berasal dari daerah Besemah," kata Sultan lagi.

Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris MM, didampingi Ketua DPRD Pagaralam, H Piterman Maulana SE mengatakan, kedatangan Sultan HB X yang juga Gubernur Yogyakarta selain ingin menemui tokoh spiritual, juga merupakan silaturahmi dengan masyarakat Besemah.

Dalam pertemuan dengan sejumlah juru kunci Kerajaan Sriwijaya dan juru kunci Bukit Barisan sebagai tindak lanjut dari pelaksaan semina, Sultan berjanji akan melakukan pertemuan lagi di Bintuhan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ujar Djazuli.

Menurut Djazuli, melalui pembahasan termasuk pertemuan para Raja Nusantara dan pertemuan Sultan dengan juru kunci ini, diharapkan dapat mengungkap posisi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Meskipun sudah banyak dilakukan penelitian, namun masih terjadi simpangsiur tentang keberadaan pusat Kerajaan Sriwijaya tersebut.

"Tentunya di wilayah Besemah cukup banyak bukti dan dari sejumlah hasil penelitin pakar sejarah juga mengungkapkan jika di tanah Besemah ini kaya akan peninggalan megalitik atau benda bersejarah, yang juga menjadi bukti kejayaan masa lalu. Apalagi sebelumnya sudah ada penelitian jika peradaban megalitik tersebut baru berkembang di wilayah Sumatera termasuk Pulau Jawa yang berasal dari Bumi Besemah," ujar Djazuli lagi.

Sumber :http://oase.kompas.com/read/xml/2009/03/03/00423011/sultan.hb.x.peduli.temuan.kerajaan.sriwijaya

Seminar Nasional Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya


1.
Drs. H. Djazuli Kuris. MM (Walikota Pagar Alam) Judul Makalah : "Pagar alam Kota Perjuangan"
2.
Raja Id Tjokorda Ngurah Djambe Pemecutan (Raja Denpasar Ke IX / ketum FSKN) Judul Makalah : "Kerajaan Sriwijaya Antara Sejarah dan Kebudayaan yang terkikis zaman dengan kebangkitan budaya di keratin se-Nusantara"
3.
H. Muslihun BA, (Sejarahwan Bengkulu) Judul Makalah : "Dinasti Wnagsa Syailendra dan Kerajaan Sriwijaya (menelusuri jejak dan menguak sejarah)"
4.
Djohan Hanafiah, (Sejarahwan) Judul Makalah : "Dinasti Syailendra Berasal Dari Gunug Dempo"
5.
Drs. H. Hidayat Harun (Sejarahwan) Judul Makalah : "Besemah Adalah Bagian Dari Sriwijaya"
6.
Prof. Dr. Noerhadi Magetsari (Arkeolog dan Sejarahwan FIB UI) Judul Makalah : "Religi masa pra-Sriwijaya"
7.
Dr. Agus Aris Munandar dan Drs. Yose Rizal, M.Si (Arkeolog dan Sejarahwan FIB UI) Judul Makalah : "Sisbiosisme dalam Ornamen Yang Terdapat Pada Peninggalan Megalitik Pagar Alam"
8.
Drs. Haris Sukendar (Arkeolog, Sejarahwan dan Ahli Megalitik Pusat Lit Arkeologi Nas Depbudpar) Judul Makalah : " Megalitik Pagar Alam Pengembangan Dan Pemanfaatannya"

MENGUAK SEJARAH : PAGAR ALAM MENGUKIR SEJARAH“Sebuah Catatan Dari Seminar Nasional Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya”Oleh : Budiarjo Sahar(Wakil Sekjen DPD KNPI Kota Pagar Alam, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Pagar Alam, Tenaga Pengajar STKIP Muhammadiyah Pagar Alam)

Spektakuler, itulah barangkali kata yang pas untuk disampaikan atas terselenggaranya Seminar Nasional “Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya” yang merupakan kerja bareng antara Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Dirjen Kesbangpol) dengan Pemerintah Kota Pagar Alam yang mengangkat tema : Dengan Seminar Nasional Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya Kita Wujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Serta Rasa Cinta Tanah Air. Berlangsung dari tanggal 27 Februari 2009 s.d 1 Maret 2009 di Kota Pagar Alam. Seminar akbar yang dilaksanakan ini terbilang sukses karena cukup istimewa dan berbeda dengan seminar-seminar yang pada umumnya dilaksanakan, terutama pesertanya terdiri dari para raja-raja/sultan seantero nusantara, para budayawan, arkeolog dan pakar-pakar sejarah dari tingkat nasional dan lokal.

Walaupun terbilang sukses seminar ini masih menyisakan PR besar dan perlu ditindaklanjuti karena sampai seminar ini berakhir tidak ada satu pihakpun dalam seminar tersebut yang dapat menjelaskan secara pasti letak sesungguhnya Kerajaan Sriwijaya, namun bukan tidak beralasan kalau dikatakan bahwa peradaban Besemah sebagai pendahulu Kerajaan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan peninggalan peradaban masa lalu, berupa batu-batu besar yang berasal dari aktivitas kebudayaan megalitik, antara lain dalam bentuk ruang batu (rumah batu), kubur batu, pahatan yang membentuk lukisan dipermukaan bukit batu dan arca-arca yang tersebar ditanah Pasemah.

Hal ini didukung oleh hasil penelitian beberapa pakar megalitik berkewarganegaraan Belanda, salah satunya A.N.J.Th.A Th. Vander Hoop, yang hasil penelitiannya dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul : The Megalitic Remains In South Sumatera (1932). Mengenai temuan sejumlah besar megalitik di Dataran Tinggi Pasemah didalam bukunya dikatakan “merupakan bukti yang kaya diawal sejarah’. Bukti-bukti itu menurut para pakar dapat dijadikan titik awal peradaban megalitik yang selanjutnya berkembang di wilayah Sumatera dan Jawa. Hal ini didukung pula oleh pendapat budayawan terkemuka di Sumatera Selatan yaitu Djohan Hanafiah yang memprediksi bahwa Dinasti Syailendra tersebut berasal dari dataran tinggi Pasemah dan sekitar Gunung Dempo.

Yang tidak kalah menariknya lagi Raja Jogjakarta Sultan Hamengkubuwono X disaat bersilaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kota Pagar Alam, sehari setelah Seminar Nasional yang diselenggarakan di Kota Pagar Alam tersebut. Seperti yang disampaikan kembali oleh Walikota Pagar Alam Drs. H. Djazuli Kuris, MM pada saat pembinaan kepada pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam, menyampaikan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono X, secara tegas mengakui dan menyatakan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono X merupakan keturunan Kerajaan Syailendra, sedangkan Kerajaan Syailendra berasal dari Dataran Tinggi Pasemah.

Disisi lain Walikota Pagar Alam Drs. H. Djazuli Kuris, MM menegaskan bahwa seminar ini bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi merupakan momentum awal upaya untuk mengenal sejarah Kerajaan Sriwijaya serta akan ada penelitian lebih lanjut “Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya”. Kemudian harapan Walikota Pagar Alam selaku tuan rumah penyelenggara seminar ini disambut positif oleh Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin, yang juga merupakan salah satu tokoh muda di Sumatera Bagian Selatan ini, yang menghimbau agar para Gubernur di Sumatera Bagian Selatan ini agar duduk bersama, untuk menindaklanjuti seminar ini.

Apabila penelusuran sejarah ini dilanjutkan maka benang merah hubungan kekeluargaan akan semakin terlihat bahwa Kerajaan Sriwijaya ada keterkaitan erat dengan Kerajaan-kerajaan di Jawa. Hal ini dapat dijadikan satu dasar/pondasi dimana para keturunan Raja-raja tersebut dapat menyatukan kembali kebesaran dan kehebatannya tetapi dalam bentuk yang berbeda, bukan lagi dalam bentuk kekuasaan tetapi dalam bentuk budaya, dimana budaya merupakan benteng terakhir sebagai perekat bangsa*.

Sumber :http://www.pagaralam.go.id/new/index.php?option=com_content&task=view&id=383&Itemid=99

Sultan Mengunjungi Masyarakat Sahung


Kehadiran Sri Sultan di Desa Muara Sahung pukul 09.15 WIB dengan disambut secara adat. Lalu langsung digelar acara tatap muka bersama warga dan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Acara itu berjalan sekitar satu jam. Setelah itu Sri Sultan langsung naik ke perbukitan desa.

Informasi dihimpun menyebutkan kehadiran Sri Sultan di Muara Sahung dalam rangka menggelar kunjungan sepiritual. Diperoleh info, erat kaitannya dengan informasi yang menyebutkan bahwa keberadaan pusat kerajaan Sriwijaya itu berada di wilayah Muara Sahung. Diperkirakan sang ‘’raja’’ Yogyakarta itu ingin melihat dari dekat informasi terkait pusat kerajaan itu.

Sekretaris anggota DPD RI Muspani, SH, Fitri saat dihubungi ke ponselnya kemarin membenarkan jika Sri Sultan Hamengkuwobono X memiliki agenda pribadi. Namun dia tak menyebut secara detail kegiatan pribadi raja Yogyakarta itu. Menurutnya usai kegiatan itu, Sri Sultan naik ke atas (perbukitan desa-red.). ‘’Selain bertatap muka dengan masyarakat, Pak Sri Sultan juga memiliki agenda pribadi ke sini,’’ ungkap Fitri.

Terpisah, Kepala Bappeda Kabupaten Kaur DR. Ir. Bandi Hermawan, M.Sc, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur Drs. Djunaidi K Taim, MM, mengakui bahwa hasil pertemuan di Pagar Alam belum lama ini memang menyimpulkan ada kemungkinan besar letak pusat kerajaan Sriwijaya berada di Muara Sahung. Kesimpulan itu, berdasar beberapa kesaksian tetua. Dan bukti-bukti fisik lain berupa bukit yang berbentuk candi.

‘’Bukti riil hingga saat ini memang belum ditemukan. Tetapi keyakinan memang menyebutkan letak pusat kerajaan Sriwijaya berada di Kaur. Yakni seputaran Muara Sahung. Besar kemungkinan Sri Sultan hadir kesana dalam rangka ingin melihat secara dekat,’’ jelas Bandi Hermawan dan Djunaidi.(cal)

Sumber :http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=1258

Sambut Agusrin Datang,Pejabat BS Dikumpulkan


Mulai dari pejabat eselon II,III, dan IV. Yakni Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala TU, Camat, serta Kepala Badan dan Kantor jajaran Pemda BS. Rapat dadakan dipimpin langsung Sekkab Drs Nazimudin dan didampingi oleh Asisten II Yunizar Hasan,SH, Asisten I Herry M Djohan yang diselenggarakan di aula serba guna Pemkab sekitar pukul 08.30 WIB kemarin.

Dikatakan Sekkab, rapat penting tersebut dilakukan berkaitan adanya surat Gubernur. Dalam surat bernomor 131.17-247 tahun 2009, tertuang pengesahan pemberhentian Bupati BS maka Gubernur selaku penjabat meminta agar semua pejabat di BS dalam menjalankan tugas dan fungsi kedinasan mempedomani peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tidak dibenarkan melakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu pejabat tidak diperkenankan dengan dalih apapun mengambil kebijakan mengatasnamakan penjabat Bupati BS di luar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

''Jadi surat edaran itu dibagikan kepada seluruh pejabat untuk dibaca dan ditandatangani. Setelah itu surat dikumpulkan kembali. Sebab Gub selaku penjabat Bupati sampai saat ini belum menunjuk siapa pelaksana harian (Plh),'' ungkap Sekkab. (che)

Sumber :http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=9&artid=1260

Sabtu, 14 Maret 2009

Ribuan Massa Dirha, Pastikan Demo 17 Maret



Informasi yang diperoleh koran ini, ribuan massa bupati dan wakil bupati terpilih, Dirwan Mahmud/Hartawan (Dirha) dipastikan menggelar aksi demo besar-besaran.

Massa yang bakal turun sebagian merupakan massa PDIP, pendukung dan simpatisan Dirha. Jumlahnya diperkirakan 10 ribu orang. Sasaran demo adalah gedung DPRD, KPU, serta kantor Pemkab BS sendiri. Kepastian demo ini disampaikan Sekretaris DPC PDIP BS, Kaharudin, A.Md kepada koran ini kemarin.

enurut Kaharudin, saat ini pihaknya selaku pengurus partai pengusung sudah melakukan rapat koordinasi. Baik di daerah maupun di tingkat provinsi. Rapat itu membahas soal penolakan careteker bupati pengganti Fauzan Djamil serta mendesak agar Dirha tetap dilantik. Selain menggelar aksi demo, pihaknya juga menempuh upaya hukum yang bisa ditempuh.

''Untuk jadwal rapat hari ini di kabupaten memang mengumpulkan seluruh caleg. Dimana 29 caleg itu akan membahas soal lokasi kampanye terbuka, kemudian soal keuangan soal dana saksi. Setelah itu juga akan dibahas soal penolakan caretaker. Sebab kami selaku pendukung Dirha tetap tidak akan menerima adanya careteker. Sebagaimana amanah rakyat Dirha lah yang akan dilantik dan harus dilantik pada tanggal 17 maret mendatang,'' tegas Kaharudin di Sekretariat DPC PDIP BS.

Diungkapkannya, meski massa yang akan dikerahkan nanti cukup banyak, tapi pihaknya menjamin tidak akan anarkis. Bahkan atribut yang akan dibawa juga tidak ada. Aksi nantinya akan dilakukan secara damai.

''Sampai sekarang kami masih tetap yakin Dirha dilantik. Terkait dengan hasil usaha di pusat itu sampai sekarang belum ada titik terang. Apakah Mendagri sudah mengeluarkan SK atau belum. Namun kami akan terus melakukan aksi demo, sampai Dirha dilantik. Kalau tidak maka aksi demo itu tidak akan berhenti,'' ujar Kaharudin.

Sementara Sapril selaku koordinantor lapangan (korlap) Tim Pemenangan Dirha yang masih di Jakarta mengaku pihaknya belum menerima informasi bakal ada kejutan yang akan diberikan Dirha.

''Dari mana informasi itu, kami di Jakarta belum ada laporan dan rencana akan jumpa pers dengan medis massa. Sebab belum ada perkembangan dan masih menunggu. Terkait dengan adanya rencana masa akan demo itu hak mereka,'' ungkap Sapril.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dewan (sekwan) DPRD BS Afrizal Zupi, SH mengatakan pihaknya belum menerima secara resmi surat terkait dengan adanya rencana pelantikan caretaker di DPRD BS. Bahkan mengenai siapa caretaker juga belum didapati. Begitu juga dengan Dirha, apakah dilantik tanggal 17 Maret atau tidak belum jelas.

''Dewan selaku lembaga, tentu akan siap mempasilitasi. Jika itu memang nantinya ada perintah. Namun sampai detik ini belum ada yang sampai walaupun waktunya tinggal beberapa hari lagi. Begitu juga dengan Dirha, jika memang akan dilantik dewan akan siap mempasilitasinya,'' ungkap Afrizani.

Disisi lain Wakil Ketua I DPRD BS H Syarifuddin Sabana,SH mengatakan, pihaknya akan mengelar rapat seluruh anggota DPRD. Rapat itu membahas terkait dengan habisnya masa jabatan Bupati dan wakil Bupati. ''Kami ingin rapat dulu. Ini menghadapi tanggal 17 yang bertepatan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakilnya,''tegas Sayarifuddin.

Fauzan Tinggal Rumdin

Sementara itu, Bupati BS H Fuzan Djamil, SH sekitar pukul 14.00 WIB Jumat (13/3) kemarin meninggalkan rumah dinas (Rumdin) Bupati. Fauzan sekeluarga pindah ke rumah pribadinya di kawasan Kelurahan Belakang Gedung, yang posisinya di samping Gadung DPRD BS. Sedangkan Wabup Jani Hairin sudah lebih dulu meninggalkan Rumdin dan pindah ke rumah baru pribadinya di kawasan Pematang Bangau, Kota Manna.

Dikatakan Fauzan, kendati pindah dari rumdin, dirinya sekeluarga masih akan tinggal di Bumi Sekundang. Sebab dia adalah putra asli kabupaten Bengkulu Selatan. Kepindahannya juga berkaitan telah dekatnya habis masa jabatan selaku bupati. Ia juga sekeluarga mengucapkan minta maaf dan berterima kasih atas dukungannya selama ini dalam menjalankan tugas yang diembatnya dalam hal membangun daerah.

‘’Ya kan waktunya tinggal beberapa hari lagi. Jadi biar nggak repot nian, kami langsung pindah. Untuk beberapa prabotan rumah tangga tetap akan ditinggalkan. Sebab tak satupun yang akan kami bawa,’’ ujar Fauzan.

Diungkapkan Fauzan, barang yang ada di Rumdin itu memang tidak boleh dibawa. Untuk itu pihaknya sekeluarga hanya membawa pakaian saja dari rumdin. Ia juga setelah usai menjabat menjadi Bupati belum mengetahui apa langka ke depannya. Namun ia akan lebih banyak beristirahat dan bergabung dengan anak cucunya.

‘’Kalau tidak di Manna nanti, saya akan ke Bengkulu. Kebetulan rumah di Bengkulu juga ada. Tapi samai saat ini masih akan tetap ada di Manna. Sebab mas jabatan masih ada empat hari lagi. Setelah tanggal 17 Maret nantinya, barulah dirinya akan melepaskan jabat,’’ ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD BS H Syarifuddin Sabana,SH meminta agar aset daerah yang ada di Rumdin Bupati tidak dibawa. ‘’Aturannya memang tak satupun yang dibolehkan membawa aset daerah itu. Sebab barang di rumdin itu dibeli dengan dana APBD.

Kalaupun nantinya akan dilelang tentu ada waktunya. Dan melalui proses aturan yang ditentukan. Rincian barang dirumdin itu sendiri itu jelas ada. Mudaah-mudahan saja tak ada yang membawa aset daerah, siapapun pejabatnya, termasuk dewan sendiri,’’ tegas Syarifuddin.

Di tempat terpisah Wabup H Jani Hairin,SH mengaku setelah usai menjabat sebagai wabup dirinya akan konsentrasi dengan pencalonannya selaku caleg DPRD Provinsi. Tentunya berupaya melakukan sosialisasi untuk mendapatkan suara di wilayah kabupaten Seluma..

‘’Saya juga berterima kasih kepada masyarakat BS yang telah mendukungnya dalam menjalankan tugas sebagai Wabup dengan baik selama ini. Namun kendati sudah tidak jadi wabup laagi dirinya masih akan terbuka dan tetap melayani aspirasi masyarakat,’’ ungkapnya.(che)
Sumber : http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=8&artid=1161

Sabtu, 07 Maret 2009

Tips Memilih Media Komunikasi di Bengkulu Selatan










Bagi produsen yang akan memasarkan produknya atau politikus yang akan menggaet pendukungnya minimal tulisan ini sebagai acuan untuk memilih media yang pas untuk wilayah Bengkulu selatan .

1. Televisi
Televisi ini mempunyai penyebaran informasi sekitar 40% di bengkulu selatan sayangnya belum ada stasiun lokal .
2. Media Massa
Media Massa mempunyai penyebaran informasi sekitar 20 %
sedangkan Media yang menyebar di Bengkulu Selatan sbb :
Harian Rakyat Bengkulu , Radar Selatan , Bengkulu Express , Suara Bengkulu , Kompas,
Metro , Media Indonesia , serta Media Mingguan lainnya .
3. RADIO
Radio di Bengkulu Selatan penyebaran informasinya sekitar 30 %
Radio di Bengkulu Selatan ada 3
Radio Duta Fm 97.0 Mhz , Radio Mitra Fm 101.3mhz , Radio Artha Fm 103.7 Mhz
Tehnik memasang iklan di Radio :
Survey ke audience radio mana yang paling di senangi serta survey di perbatasan
Bengkulu Selatan Radio mana yang paling kuat signalnya . serta tarif iklannya .

4 Media Panflet dan Baliho
Media panflet dan Baliho penyebarannya 9.5 %

5. Media Internet
Media internet di Bengkulu Selatan di bawah 0.5 %

Data ini kami peroleh pada tahun 2008 saya beserta rekan rekan peduli komunikasi Bengkulu Selatan turun ke lapangan di 11 Kecamatan

Penulis Rasito S.Ikom