Jumat, 09 Januari 2009

Mahkamah konstitusi Putuskan Pemilukada Ulang Bengkulu Selatan

Kabar selengkapnya silahkan klik :http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=2090

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan batal demi hukum (void ab initio) pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kabupaten Bengkulu Selatan dan memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkulu Selatan menyelenggarakan pemungutan suara ulang yang diikuti oleh seluruh pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah kecuali Pasangan Calon Nomor Urut 7 (H. Dirwan Mahmud dan H. Hartawan, S.H.) selambat-lambatnya satu tahun.
Nomor 57/PHPU.D-VI/2008

2 komentar:

Anonim mengatakan...

waduh....
jadi selama ini dewan bengkulu selatan tercinta ini dipimpin oleh mantan narapidana tindak pidana berat... dan hampir pula memimpin pemerintahan.... waduhhhh... jangan-jangan masih banyak tuch roy dirwan irawan mahmud yang lainnya???

buat seluruh masyarakat bengkulu selatan :

waspadalah-waspadalah...!!!
karena polisi anda hanya polisi tidur...!!!

bangun kep, jangan waktu gajian saja mata anda terang, kecolongan tuch...

Anonim mengatakan...

Inilah dia produk dari demokrasi kita tidak hanya di bengkulu tapi juga di seluruh indonesia. Tapi kejadian seperti ini tidaklah mesti dimaklumi tapi harus diperbaiki. Semua seharusnya berpedoman pada aturan yang ada. Kalau peraturan dilanggar sekecil apapun itu sudah tidak benar dan melanggar peraturan. Jadi bagi siapa saja yang memenuhi kriteria/peraturan yang ada silakan mencalonkan diri, yang tidak memenuhi jangan coba-coba apalagi dengan melakukan kebohongan publik yang dibantu aparat. Kasus pilkada bs ini sebagai pelajaran kita semua. Saya cuma menyarankan bagi yang tak memenuhi syarat calon entah itu dpr, bupati, atau jabatan apapun tahu dirilah, dan berkaryalah di jalur/cara lain, atau tunggulah sampai peraturannya berubah sehingga anda sekalian memenuhi persyaratan.
Bagi yang telah menyalahi aturan apalagi sejak awal, sudahlah terimalah dengan "gentleman" tak perlulah memperpanjang urusan yang akan menambah kesalahan sendiri. Lebih baik itu tadi berkaryalah di jalur/cara lain.