Kamis, 12 Februari 2009

Bom Mulotov Disita Polisi





.
Penyitaan dilakukan setelah dua koordinator lapangan (korlap) tim pemenangan Dirha yakni H Musyah dan Usman Gumanti dipanggil Kapolres Bengkulu Selatan.
Pantauan koran ini kemarin, proses penyitaan melibatkan tim intelkam dan reskrim Polres BS.

Itu dilakukan langsung di seretariat tim pemenangan Dirha. Hanya saja sejumlah botol yang dijadikan bom molotov itu sudah tidak dipajangkan lagi di depan sekretariat. Puluhan botol berbagai merek minuman itu sudah diletakkan dan ditumpukkan di samping sekretariat.

Sedangkan jerigen tempat BBM ikut disimpan di dalam pagar bagian belakang. Termasuk sabut kelapa di dalam karung warna putih sudah disimpan di bagian belakang dapur seretariat. Namun berkat kejelian aparat, tak satupun yang tersisa. Walaupun jumlah yang dipajang lebih banyak dari pada yang ditemukan.

Kapolres BS AKBP Drs Urip Wibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Anato Herlambang, S.Ik serta Kasat Intel Yeyen, S.Ik mengatakan, penyitaan dilakukan terkait dengan adanya percobaan pembuatan bahan peledak. Yang tujuannya diduga akan digunakan untuk melakukan aksi anarkis di kantor gubernur.

Terkait dengan itu dalam hal proses pengamanan sudah kewajiban pihaknya untuk terlebih dahulu mengamankan. Sebelum terjadi tindak pidana anarkis. Itu sebagaimana ketentuan yang sudah tertera di dalam undang-undang KUHP yakni pasal 53 Jo UU RI Darurat No 12 tahun 1951.

''Sebelum melakukan penyitaan, terlebih dahulu kita memanggil koorlapnya. Dengan tujuan untuk menanyakan kegunaan dari pada botol-botol yang diduga akan dijadikan alat untuk membakar atau berbuat tindak pidana anarkis.

Nah setelah dilakukan pemanggilan, pihaknya berkesimpulan demi keamanan dan ketenteraman serta terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, maka semua bom molotov itu diamankan,'' ujar Kapolres kepada koran ini kemarin.

Dikatakannya, tak hanya botol yang diamankan, tapi sabut kelapa dan satu buah jerigen tempat bahan bakar minyak ikut diamankan. Penyitaan tersebut juga dilakukan setelah pihak korlap membuat surat perjanjian. Dimana pihak korlap sendiri bersedia menyerahkan barang bukti tersebut.

''Kalau memang ingin aksi demo ke gubernur itu hak mereka dalam hal menyampaikan aspirasi. Tapi tidak dengan melakukan anarkis. Jika nantinya benar terjadi akan demo, maka proses pengamanan akan kita lakukan secara ketat. Dimana sejumlah massa akan dikawal.

Sebelumnya juga akan diperiksa. Kalau ada yang membawa sajam dan bahan peledak serta alat lainnya yang bisa dijadikan alat untuk anarkis akan disita,'' jelas Kapolres di ruangannya.

Lanjut Kapolres, dalam proses pengamanan terhadap massa yang aksi demo itu sudah jelas di dalam tahapan-tahapan praturan Kapolri. Sedangkan untuk pengamanan di wilayah Kabupaten BS sendiri masih dikerahkan semua personel yang ada di BS. Baik yang ada di Polsek jajaran, maupun 2 peleton BKO yakni Samapta dan Brimob.

''Kita tidak menginginkan dan selalu mengimbau masyarakat untuk tidak anarkis. Kalau sebelumnya surat pemberitahuan ke Kapolda sudah ada. Tapi apakah mereka akan jadi atau tidaknya belum tahu. Pada intinya untuk pengamanan sudah siap. Berani anarkis tentu ditembak dengan peluru karet,'' tegasnya.


Sapril: Bukan Tanggung Jawab Tim Pemenangan

Setelah menemui Gubernur Bengkulu, Agusrin M. Najamudin, ST, kemarin, Ketua Forum Penegak Keadilan Rakyat Bengkulu Selatan, Ustad Rahmad Sapril, Amran dan Yefri membantah kalau bom molotov yang disiapkan atas nama tim pemenangan Dirha. Ia menegaskan kalau hal tersebut hanya isu.

“Cuma isu kalau ada yang mengatakan bahwa bom molotov itu tim pemenangan Dirha yang menyiapkan. Sama sekali tak ada instruksi dari tim untuk menyiapkan bom molotov rakitan seperti itu,” bantah Sapril.

Menurut Sapril, bom molotov yang ada di Bengkulu Selatan itu merupakan spontanitas dari masyarakat saja. “Kalaupun ada pula isu yang mengatakan kalau bom molotov itu bakal dihidupkan pada saat kami menggelar aksi damai, itu juga tidak benar. Keberadaan bom molotov tersebut hanya untuk memperkeruh situasi dan suasana di Bengkulu Selatan saja,” tutur Sapril.

Pihak pemenangan tim Dirha yang terdiri dari tim pemenangan keluarga, tim pemenangan partai pun sudah melaporkan hal ini pada kepolisian. “Kami sudah melaporkan hal tersebut pada pihak kepolisian. Sebab kami tak mau kalau nantinya sampai terjadi kekacauan di Bengkulu Selatan. Itu ulah oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Kami tak mau hal tersebut sampai terjadi,” tegasnya.


Reskan Siap Digugat

Sementara salah satu peserta Calon Bupati BS H Reskan Effendi, SH alias Pak Bowo hingga kemarin masih terlihat santai duduk di depan kediamannya. Ia hanya berharap seluruh masyarakat dapat menjaga keamanan.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpancing dengan segala isu. Bahkan jika memang nantinya pemungutan suara ulang dilakukan, maka jika masyarakat menghendaki maka pihaknya akan tetap ikut bertarung memperebutkan kursi nomor satu di daerah ini. Sedangkan terkait dengan berbagai dugaan terhadap dirinya itu tidak akan menjadi halangan.

''Saya memang sudah masuk kantor, tapi karena banyak yang menginginkan saya lebih baik di rumah saja dan mengajukan penambahan cuti, maka untuk sementara tidak masuk. Bahkan saya juga sudah memasukkan persyaratan untuk pensiun. Itu karena sudah sesuai dengan umur dan masa kerjanya. Kalau ada yang mengatakan rumah ikut dijadikan sasaran itu salah.

Sebab rumah dan aset lainnya tidak ada salahnya. Dan kalau ada nantinya ingin menggugat atau saling gugat lagi juga silakan. Asal berdasarkan bukti dan bertanggung jawab. Kemudian sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,'' jelasnya.

Ditempat terpisah Usman Gumanti selaku koordinator tim pemenangan mengatakan, bahwa pihaknya bisa menjamin tidak akan ada tindakan anarkis. Sebab pihaknya akan melakukan aksi jika itu terjadi hanya aksi damai. Jadi sejumlah botol yang disediakan itu silakan disita polisi.

Karena anarkis bukanlah keinginan kita semua. Pada intinya pendukung Dirha hanya menginginkan dukungan gubernur untuk segera menyampaikan rekomendasi dan melantik Dirha tepat pada jadwalnya,'' ungkap Usman Gumanti didampingi H Musyah kemarin.(che/ken)

Sumber Berita :http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=allmedia&artid=630

Tidak ada komentar: