Rabu, 11 Februari 2009

Pendukung Dirha Buat Bom Molotov


Mereka mengancam malakukan aksi dengan menyiapkan bahan peledak buatan. Kemarin tim pemenang telah menyiapkan bom molotov yang siap diledakkan.

Bom molotov itu berupa botol yang diisi dengan bahan bakar besin dan minyak tanah ke dalam. Kemudian botol itu ditutup dengan serabut kulit kelapa. Rencananya, tim Dirha akan menyiapkan ratusan bom molotov. Saat ini, menurut Koordinator Tim Pemenangan, H. Musyah telah disiapkan 1 drum minyak tanah, 1 drum bensin.

Ratusan botol yang akan dijadikan bom molotov dipajang di depan sekretariat tim pemenangan. Di samping itu mereka juga akan membawa ratusan ban mobil bekas untuk digunakan dalam aksi yang rencananya digelar Kamis mendatang. Jenis botol yang dijadikan bom molotov itu Sprite, Fanta, Cocacola serta masih botol minuman lainnya.

H Musyah mengatakan, ratusan bom molotov itu disediakan untuk melampiaskan kekesalan dan kekecewaan terhadap Gubernur Bengkulu Agusrin yang dinilai tidak mendukung pelantikan Bupati pilihan rakyat, Dirha. Sebab sekarang ini urusannya tinggal di Provinsi. Untuk di daerah (KPU dan DPRD) sudah membuat rekomendasi.

Kendati Pemprov menegaskan bahwa surat rekomendasi itu sudah dikirim ke Mendagri, namun Musyah tidak percaya. ‘’Nyatanya begitu. Rekomendasi yang diserahkan DPRD BS itu belum diserahkan ke Mendagri. Melainkan hanya sebatas Dirjen Otonomi Daerah. Itupun hanya sebatas stafnya yang memang orang Bengkulu.

Saat rapat di Komisi II DPR RI dulu, Mendagri belum mengetahui soal rekomendasi itu,’’ ujar Musyah.
Bagaimana jika nanti sampai 17 Maret Dirha belum juga dilantik? Kata Musyah, rakyat Bengkulu Selatan sendiri yang akan melantik pasangan Dirha. ‘’Pokoknya lihat saja nanti rakyat bisa melantik. Bukan hanya pemerintah saja yang bisa menentukan pemimpin daerah.

Bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya terjadi pertumpahan darah. Jika hal ini tidak disikapi dengan arif dan bijak,’’ tandasnya.

Mereka tidak mengakui keberadaan Caretaker yang ditunjuk Gubernur. Karena sampai saat ini, rakyat mengakui yang menjadi bupati terpilih sesuai dengan hasil Pilkada lalu adalah pasangan Dirha. ‘’Gubernur yang selama ini didukung rakyat BS sudah tidak mengerti kondisi daerah.

rekomendasi hasil pleno itu harus diserahkan DPRD ke mendagri. Bukan malah ditahan-tahan,’’ tambah Carin, salah satu pendukung Dirha.

Kemana sasaran bom molotov itu akan diledakkan? Musyah menyerahkan kepada massa kemana akan diledakkan. Untuk sementara ini, bom molotov itu akan dibawa ke Bengkulu saat melakukan aksi di Kota Bengkulu dengan sasaran Kantor Gubernur.

Selain itu tidak menutup kemungkinan akan diarahkan lawan politik yang tidak setuju dengan kemenangan Dirha. ‘’Apapun nanti taruhannya, Dirha tetap dilantik. Itu sudah keputusan rakyat,’’ ungkap Musyah dan Carin sembari menunjuk sejumlah botol yang akan dijadikan bom molotov kemarin di depan sekretariatnya.(che)

Sumber Berita :http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=8&artid=611

2 komentar:

Anonim mengatakan...

nah, ini dia kalau mantan narapidana bertindak, semuanya ya ala preman ....
ayo kapolres bengkulu selatan, kalau gak sanggup ya dikebir saja you punya burung, ini sudah mengarah ke aksi teror, segera tangkap dan proses dalang dibalik ini, jangan kecolongan lagi.

Anonim mengatakan...

pak gub, jangan takut, anda adalah pemimpin, anda punya kekuasaan, anda diakui dan anda akan mendapat perlindungan dari negara. mungkin ada benarnya kalau salah kalau mk yang memutuskan, tapi bukan berarti dirwan ini bisa dilantik, karena jelas-jelas sudah diatur dalam undang-undang kalau mantan narapidana berat dengan ancaman diatas 5 tahun seperti dirwan ini tidak berhak untuk menjadi calon, lah kalau calon saja gak boleh apa lagi jadi bupatinya. dasar kpudnya saja yang makan gaji buta, gak punya kemampuan, mandul.