Senin, 02 Maret 2009

Gubernur jadi Caretaker Bupati Bengkulu Selatan


Gubernur jadi Caretaker Bupati Bengkulu Selatan


Wakil Bupati Bengkulu Selatan Djani Hairin, Sabtu mengatakan, keinginan Gubernur mengambil alih jabatan posisi Bupati Bengkulu Selatan sangat berlebihan.
"Apakah tidak ada aparatur pemerintah di Provinsi Bengkulu yang layak dan bisa dipercaya untuk menjadi penjabat Bupati Bengkulu Selatan sehingga harus diambil alih langsung oleh Gubernur langsung," katanya.
Ia menambahkan, untuk menjabat Bupati Bengkulu Selatan tidak harus pejabat yang berasal dari daerah tersebut, tapi bisa ditunjuk pejabat lain yang dinilai pantas dan layak untuk memegang posisi tersebut.
Mengenai isu kondisi Bengkulu Selatan memanas pasca dibatalkannya hasil kemenangan pasangan Dirwan Mahmud-Hartawan (Dirha) pada pemilihan kepala daerah putaran kedua, dia mengatakan, hal itu tidak benar.
"Kondisi Bengkulu Selatan hingga saat ini aman dan terkendali karena masyarakat Bengkulu Selatan sudah pintar dan tidak mau terjebak hal-hal yang dapat merugikan diri mereka," katanya.
Karena itu, dia meminta agar Gubernur tidak perlu takut dan percaya dengan isu yang tidak benar hingga harus mengambil alih langsung jabatan bupati Bengkulu Selata.
Djani menyarankan, Gubernur dapat menunjuk seorang aparatur di pemerintahannya untuk dapat menduduki posisi penjabat Bengkulu Selatan sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar.
Dia mengatakan, masyarakat Bengkulu Selatan bukan tidak mau Gubernur menjadi "caretaker", namun dengan posisi rangkap apa kata orang nanti dan menilai Gubernur Bengkulu tidak percaya pada bawahannya.
Djani mengatakan, masa jabatan Bupati dan wakil Bupati Bengkulu Selatan akan berakhir 17 Maret 2009 sehingga posisi Bupati Bengkulu Selatan akan kosong sampai diadakan pemilihan kepala daerah (pilkada) ulang pada 2010.
Hasil Pilkada Bengkulu Selatan dibatalkan setelah keputusan MK No 57/PHPU.D-VI/2008 tentang Pembatalan Pilkada Bupati Bengkulu Selatan karena Dirwan Mahmud pernah terlibat kasus pidana pembunuhan dengan masa tahanan lebih lima tahun di Rutan Cipinang. Hasil Pilkada Bengkulu Selatan terpaksa dibatalkan dan diulang pada tahun 2010.
Pembatalan hasil Pilkada Bupati Bengkulu Selatan akibat lemahnya peran dari Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) setempat. Mereka tidak melaksanakan tugas sesuai aturan dan meremehkan masukan dari berbagai masyarakat, termasuk calon peserta Pilkada.

Sumber :http://www.bengkuluselatankab.go.id./ver1/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=13&artid=55

Tidak ada komentar: