Sabtu, 14 Maret 2009

Ribuan Massa Dirha, Pastikan Demo 17 Maret



Informasi yang diperoleh koran ini, ribuan massa bupati dan wakil bupati terpilih, Dirwan Mahmud/Hartawan (Dirha) dipastikan menggelar aksi demo besar-besaran.

Massa yang bakal turun sebagian merupakan massa PDIP, pendukung dan simpatisan Dirha. Jumlahnya diperkirakan 10 ribu orang. Sasaran demo adalah gedung DPRD, KPU, serta kantor Pemkab BS sendiri. Kepastian demo ini disampaikan Sekretaris DPC PDIP BS, Kaharudin, A.Md kepada koran ini kemarin.

enurut Kaharudin, saat ini pihaknya selaku pengurus partai pengusung sudah melakukan rapat koordinasi. Baik di daerah maupun di tingkat provinsi. Rapat itu membahas soal penolakan careteker bupati pengganti Fauzan Djamil serta mendesak agar Dirha tetap dilantik. Selain menggelar aksi demo, pihaknya juga menempuh upaya hukum yang bisa ditempuh.

''Untuk jadwal rapat hari ini di kabupaten memang mengumpulkan seluruh caleg. Dimana 29 caleg itu akan membahas soal lokasi kampanye terbuka, kemudian soal keuangan soal dana saksi. Setelah itu juga akan dibahas soal penolakan caretaker. Sebab kami selaku pendukung Dirha tetap tidak akan menerima adanya careteker. Sebagaimana amanah rakyat Dirha lah yang akan dilantik dan harus dilantik pada tanggal 17 maret mendatang,'' tegas Kaharudin di Sekretariat DPC PDIP BS.

Diungkapkannya, meski massa yang akan dikerahkan nanti cukup banyak, tapi pihaknya menjamin tidak akan anarkis. Bahkan atribut yang akan dibawa juga tidak ada. Aksi nantinya akan dilakukan secara damai.

''Sampai sekarang kami masih tetap yakin Dirha dilantik. Terkait dengan hasil usaha di pusat itu sampai sekarang belum ada titik terang. Apakah Mendagri sudah mengeluarkan SK atau belum. Namun kami akan terus melakukan aksi demo, sampai Dirha dilantik. Kalau tidak maka aksi demo itu tidak akan berhenti,'' ujar Kaharudin.

Sementara Sapril selaku koordinantor lapangan (korlap) Tim Pemenangan Dirha yang masih di Jakarta mengaku pihaknya belum menerima informasi bakal ada kejutan yang akan diberikan Dirha.

''Dari mana informasi itu, kami di Jakarta belum ada laporan dan rencana akan jumpa pers dengan medis massa. Sebab belum ada perkembangan dan masih menunggu. Terkait dengan adanya rencana masa akan demo itu hak mereka,'' ungkap Sapril.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dewan (sekwan) DPRD BS Afrizal Zupi, SH mengatakan pihaknya belum menerima secara resmi surat terkait dengan adanya rencana pelantikan caretaker di DPRD BS. Bahkan mengenai siapa caretaker juga belum didapati. Begitu juga dengan Dirha, apakah dilantik tanggal 17 Maret atau tidak belum jelas.

''Dewan selaku lembaga, tentu akan siap mempasilitasi. Jika itu memang nantinya ada perintah. Namun sampai detik ini belum ada yang sampai walaupun waktunya tinggal beberapa hari lagi. Begitu juga dengan Dirha, jika memang akan dilantik dewan akan siap mempasilitasinya,'' ungkap Afrizani.

Disisi lain Wakil Ketua I DPRD BS H Syarifuddin Sabana,SH mengatakan, pihaknya akan mengelar rapat seluruh anggota DPRD. Rapat itu membahas terkait dengan habisnya masa jabatan Bupati dan wakil Bupati. ''Kami ingin rapat dulu. Ini menghadapi tanggal 17 yang bertepatan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakilnya,''tegas Sayarifuddin.

Fauzan Tinggal Rumdin

Sementara itu, Bupati BS H Fuzan Djamil, SH sekitar pukul 14.00 WIB Jumat (13/3) kemarin meninggalkan rumah dinas (Rumdin) Bupati. Fauzan sekeluarga pindah ke rumah pribadinya di kawasan Kelurahan Belakang Gedung, yang posisinya di samping Gadung DPRD BS. Sedangkan Wabup Jani Hairin sudah lebih dulu meninggalkan Rumdin dan pindah ke rumah baru pribadinya di kawasan Pematang Bangau, Kota Manna.

Dikatakan Fauzan, kendati pindah dari rumdin, dirinya sekeluarga masih akan tinggal di Bumi Sekundang. Sebab dia adalah putra asli kabupaten Bengkulu Selatan. Kepindahannya juga berkaitan telah dekatnya habis masa jabatan selaku bupati. Ia juga sekeluarga mengucapkan minta maaf dan berterima kasih atas dukungannya selama ini dalam menjalankan tugas yang diembatnya dalam hal membangun daerah.

‘’Ya kan waktunya tinggal beberapa hari lagi. Jadi biar nggak repot nian, kami langsung pindah. Untuk beberapa prabotan rumah tangga tetap akan ditinggalkan. Sebab tak satupun yang akan kami bawa,’’ ujar Fauzan.

Diungkapkan Fauzan, barang yang ada di Rumdin itu memang tidak boleh dibawa. Untuk itu pihaknya sekeluarga hanya membawa pakaian saja dari rumdin. Ia juga setelah usai menjabat menjadi Bupati belum mengetahui apa langka ke depannya. Namun ia akan lebih banyak beristirahat dan bergabung dengan anak cucunya.

‘’Kalau tidak di Manna nanti, saya akan ke Bengkulu. Kebetulan rumah di Bengkulu juga ada. Tapi samai saat ini masih akan tetap ada di Manna. Sebab mas jabatan masih ada empat hari lagi. Setelah tanggal 17 Maret nantinya, barulah dirinya akan melepaskan jabat,’’ ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD BS H Syarifuddin Sabana,SH meminta agar aset daerah yang ada di Rumdin Bupati tidak dibawa. ‘’Aturannya memang tak satupun yang dibolehkan membawa aset daerah itu. Sebab barang di rumdin itu dibeli dengan dana APBD.

Kalaupun nantinya akan dilelang tentu ada waktunya. Dan melalui proses aturan yang ditentukan. Rincian barang dirumdin itu sendiri itu jelas ada. Mudaah-mudahan saja tak ada yang membawa aset daerah, siapapun pejabatnya, termasuk dewan sendiri,’’ tegas Syarifuddin.

Di tempat terpisah Wabup H Jani Hairin,SH mengaku setelah usai menjabat sebagai wabup dirinya akan konsentrasi dengan pencalonannya selaku caleg DPRD Provinsi. Tentunya berupaya melakukan sosialisasi untuk mendapatkan suara di wilayah kabupaten Seluma..

‘’Saya juga berterima kasih kepada masyarakat BS yang telah mendukungnya dalam menjalankan tugas sebagai Wabup dengan baik selama ini. Namun kendati sudah tidak jadi wabup laagi dirinya masih akan terbuka dan tetap melayani aspirasi masyarakat,’’ ungkapnya.(che)
Sumber : http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=8&artid=1161

Tidak ada komentar: