Kamis, 19 Maret 2009

Sultan Mengunjungi Masyarakat Sahung


Kehadiran Sri Sultan di Desa Muara Sahung pukul 09.15 WIB dengan disambut secara adat. Lalu langsung digelar acara tatap muka bersama warga dan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Acara itu berjalan sekitar satu jam. Setelah itu Sri Sultan langsung naik ke perbukitan desa.

Informasi dihimpun menyebutkan kehadiran Sri Sultan di Muara Sahung dalam rangka menggelar kunjungan sepiritual. Diperoleh info, erat kaitannya dengan informasi yang menyebutkan bahwa keberadaan pusat kerajaan Sriwijaya itu berada di wilayah Muara Sahung. Diperkirakan sang ‘’raja’’ Yogyakarta itu ingin melihat dari dekat informasi terkait pusat kerajaan itu.

Sekretaris anggota DPD RI Muspani, SH, Fitri saat dihubungi ke ponselnya kemarin membenarkan jika Sri Sultan Hamengkuwobono X memiliki agenda pribadi. Namun dia tak menyebut secara detail kegiatan pribadi raja Yogyakarta itu. Menurutnya usai kegiatan itu, Sri Sultan naik ke atas (perbukitan desa-red.). ‘’Selain bertatap muka dengan masyarakat, Pak Sri Sultan juga memiliki agenda pribadi ke sini,’’ ungkap Fitri.

Terpisah, Kepala Bappeda Kabupaten Kaur DR. Ir. Bandi Hermawan, M.Sc, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur Drs. Djunaidi K Taim, MM, mengakui bahwa hasil pertemuan di Pagar Alam belum lama ini memang menyimpulkan ada kemungkinan besar letak pusat kerajaan Sriwijaya berada di Muara Sahung. Kesimpulan itu, berdasar beberapa kesaksian tetua. Dan bukti-bukti fisik lain berupa bukit yang berbentuk candi.

‘’Bukti riil hingga saat ini memang belum ditemukan. Tetapi keyakinan memang menyebutkan letak pusat kerajaan Sriwijaya berada di Kaur. Yakni seputaran Muara Sahung. Besar kemungkinan Sri Sultan hadir kesana dalam rangka ingin melihat secara dekat,’’ jelas Bandi Hermawan dan Djunaidi.(cal)

Sumber :http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=1258

Tidak ada komentar: