Rabu, 08 April 2009

Korban Pesawat TNI AU Warga Kota Manna


Korban Kecelakaan Pesawat
TNI AU Warga Kota Manna
KOTA MANNA - Salah seorang korban yang gugur dalam kecelakaan pesawat Fokker-27 milik TNI AU di Bandara Hussein Sastranegara Senin (6/4) ternyata warga Bengkulu Selatan. Yakni Letda Psk Richie Desipratika, suami dari Nindia Yulanda (23) warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna. Tadi malam di rumah duka dilakukan takziah. Kerabat keluarga korban silih berganti datang. Suasana tampak haru.Kakak ipar korban, Rina, paman dari pihak ibu H Dendi Sugandi dan paman dari pihak ayahnya H Ramlan Saim saat ditemui Rasel di rumah duka kemarin menuturkan, sebelum kecelakaan terjadi, korban menelepon istrinya Nindia, meminta doa agar selamat dalam menjalankan latihan terbang. Richie juga menelepon pamannya yang berada di Bengkulu Selatan agar anaknya jangan dimarahi bila tindakannya sering nakal.“Dia menelepon saya sebelum latihan,” jelas Dendi didampingi kakak ipar korban. Kejadian yang menghilangkan nyawa anak semata wayang pasangan Sugeng Riyanto dan Ninik Minarni berasal dari Jember, Jawa Timur, terjadi sekitar pukul 13.05. Sejam kemudian, sekitar pukul 14.10, mertua dan keluarga istrinya mendapatkan kabar bahwa menantu dan adik ipar mereka menjadi korban kecelakaan maut tersebut.Kemarin malam sekitar pukul 21.00 WIB mertua korban Sabran Saim dan Dwi Sundari langsung berangkat ke Bandung Jawa Barat untuk melihat korban dan keadaan anak serta cucu mereka. “Tadi malam (kemarin malam), ibu dan bapak berangkat ke Bandung menggunakan pesawat,” jelas Rina.Kabar meninggalnya Richie sontak membuat keluarga korban di Bengkulu Selatan menjadi sedih. Karena umur pernikahan Richie dan Nindia baru satu tahun. Sedangkan cucu mereka baru berumur empat bulan tetapi harus menerima cobaan berat kehilangan suami dan ayah tercinta.Richie senidiri di mata keluarga mertuanya merupakan orang yang sangat bertanggung jawab dan sangat mencintai anak dan istrinya. Salah seorang lulusan terbaik TIN AU angkatan 2006 ini rencananya setelah mengikuti pendidikan di Bandung akan diangkat menjadi salah seorang komandan satuan TNI AU di Medan. Richie juga ditawari untuk mengikuti pendidikan ke luar negeri.“Namanya ajal, tidak dapat ditebak bagaimana dan kapan akan datang,” kata paman korban, Ramlan Saim. Tadi malam, di rumah Sabran dilakukan acara takzia dan memanjatkan doa agar arwah korban diterima di sisi-Nya.(sak)
Sumber : Radar selatan

Tidak ada komentar: