Minggu, 14 Juni 2009







Bengkulu Selatan mempunyai salah satu obyek wisata sejarah yang terletak di kecamatan Air nipis , yaitu obyek wisata DUSUN TINGGI , kenapa dinamakan dusun tinggi karena tempatnya yang begitu tinggi , untuk mencapai obyek wisata tersebut ada 3 jalan yaitu melewati Desa ganjau kec Pino Masat , lewat Desa Jemaring Kec Seginim atau melewati Desa Tanjung tengah , sebelah utara Pino Baru Kecamatan Air Nipis , Di Dusun Tinggi menurut cerita masyarakat sekitarnya terdapat Tapak dari 9 orang yang pernah membuka lokasi tersebut , diataranya pangeran kumbang, Raden kuning , serta pemarakan agung tempat bertemunya kepuyangan tersebut , sekarang berkembang wacana di masyarakat Raden kuning tidak lain Maha Patih gajahmada, Pangeran Kumbang adalah Aditiya Warman salah seorang petinggi majapahit setingkat menteri saat ini , menurut sejarah kapal yang ditumpangi kandas di muara bengkenang sehingga menelesuri tempat sampai ke dusun tinggi, untuk mencapai lokasi tersebut kalau melalui Air nipis ,harus berjalan kaki 4 jam yang belum biasa , yang sudah biasa 2,5 jam , dari pos terakhir tanjung tengah untuk menitip kendaraan , jangan kaget harus menerobos hutan belantara.
Untuk mencapai pembuktian sejarah dari crew mitra fm menuju lokasi tersebut selama 2 hari , kebenaran sejarah tersebut perlu penelitian lebih lanjut , dan tanggapan dari pengunjung blog ini sangat kami harapkan .

Senin, 01 Juni 2009

Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor


JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung raksasa yang ditemukan di perairan barat Sumatera mungkin memecahkan rekor sebagai gunung berapi terbesar di Indonesia. Demikian menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono di Jakarta, Jumat (29/5).

Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, terletak kira-kira 330 km dari Bengkulu. Tingginya diperkirakan 4.600 meter dengan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Diameternya diperkirakan sekitar 50 km.

Ia memprediksi, gunung api yang ditemukan itu sebelumnya pernah beberapa kali meletus sehingga material-material letusannya membuat gunung itu semakin besar seperti sekarang ini. Menurut Surono, para peneliti harus meneliti lebih lanjut untuk mengetahui kepastian gunung merapi itu, seperti tingkat keaktifan magmanya, memiliki lubang pada bagian atasnya sebagai tempat untuk keluar letusan dan lainnya.

Bila gunung itu merupakan gunung berapi, lanjut Surono, akan sangat berbahaya bila meletus. Gunung api yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami. Oleh sebab itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk mengantisipasi hal itu.

"Para peneliti juga harus melakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kondisi gunung tersebut serta membuat peta rawan bencana di sekitar gunung itu sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Surono memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut de Physique Globe Paris yang menemukan gunung api raksasa tersebut.