Jumat, 25 Desember 2009

Penundaan Pilkada Resmi Dikirim ke MK

Tak hanya mengirimkan surat via faximile dan PT. Pos Indonesia saja, lima anggota KPU BS juga akan berangkat ke Jakarta mendatangi MK.

‘’Kami juga akan bawa surat usulan penundaan Pilkada ulang BS ke MK RI. Kami berharap surat penundaan itu bisa segera dibahas oleh majelis hakim MK RI. Seterusnya ditetapkan langkah penundaan atas putusan MK tentang pemungutan suara ulang di Kabupaten BS,’’ kata Ketua KPU BS Juli Hartono, SE.
Dia menjelaskan, surat usulan penundaan disampaikan ke MK setelah melalui pleno KPU BS yang juga dihadiri pimpinan dan anggota Panwaslu Kabupaten BS.

Pleno digelar Selasa malam (22/12), di Sekretariat KPU BS. Hasil pleno, rancangan usulan waktu penundaan, Pilkada Ulang putaran pertama dijadwalkan 7 April 2010. Bila ada putaran kedua, maka digelar 31 Mei 2010.

‘’Rancangan jadwal tidak berubah dari yang sudah dirancang sebelumnya. Kami berharap Pilkada ulang BS digelar sebelum Pilgub Juli 2010. Ketentuannya, bila Pilkada ulang digelar dua putaran, maka KPU BS masih punya waktu satu bulan mempersiapkan Pilgub di Kabupaten BS,’’ ungkap Juli Hartono.

Juli yang didampingi anggota KPU BS lainnya Zainan Sagiman, SH, Holman, SE, dan Emex Verzoni, SE, berharap keputusan penundaan Pilkada di Kabupaten BS sudah bisa diketahui sebelum 8 Januari 2010. Tanggal itu merupakan batas waktu putusan MK RI No 57/PHPU.D-VI/2008 tentang Pilkada ulang BS.

Tak hanya mengirim surat usulan penundaan ke MK RI, KPU BS juga akan bertindak tegas terhadap pasangan calon yang bermasalah. Hal itu didukung penuh Panwaslu Kabupaten BS. Pasangan calon terbukti dan telah diputuskan pengadilan bermasalah, akan dicoret KPU BS. Pasalnya KPU BS telah diberi kewenangan untuk itu.

Juli Hartono mengatakan pencoretan itu akan dilakukan setelah putusan penundaan Pilkada ulang diterima. Kalau penundaan direstui MK, KPU BS pun akan mengambil sikap tegas sesuai ketentuan berlaku. Langkah itu diambil agar pelaksanaan Pilkada di BS berjalan tertib dan bersih. Persoalan hokum diharapkan tidak terulang kembali.

‘’Pasangan yang bermasalah akan kami coret. Tetapi kami masih menunggu putusan penundaan dari MK dulu,’’ tegas Juli Hartono.

Jika nantinya aturan tersebut benar-benar dilakukan dengan tegas oleh KPU, otomatis Pilkada ulang di BS tidak mutlak diikuti delapan pasang calon, sesuai putusan MK yang tetapkan 8 Januari 2009 lalu.

Setelah dicoret kelak, diperkirakan pasangan calon yang bakal kembali bertarung hanya tujuh pasang calon. Diluar pasangan nomor 7 Dirha (H. Dirwan Mahmud, H – H. Hartawan, SH) dan pasangan nomor 4 Saleh (H. Saaludin-Lesman Hawardi,S.Pd).

Khusus pasangan No 4 Saleh, karena Cawabupnya Lesman Hawardi, S.Pd, terkait dugaan tindak pidana naga bonar (kenaikan pangkat tak sesuai prosedur) dan telah memiliki kekuatan hukum tetap, apakah sudah ada gambaran pasangan calon yang akan dicoret? Juli dan anggota KPU lainnya belum mau berkomentar banyak. Mereka mengatakan akan berpedoman pada aturan. Bila ada bukti kuat, maka akan dicoret.(cal)
Sumber :RB

MERIAM TERBESAR DI INDONESIA



MERIAM " Honney Suit " adalah peninggalan Inggris pada masa pendudukan di Kota Manna Bengkulu Selatan jenis meriam ini hanya satu satunya dan terbesar yang ada di Indonesia, panjang laras 3,4 m, p.dapur mesiu 2,5 m.diameter 90cm.